Korut Sebut Debu dari China Mengandung Virus Corona

loading...
Korut Sebut Debu dari China Mengandung Virus Corona
Korut menyatakan debut dari China mengandung virus Corona dan meminta warganya untuk tetap diam di rumah. Foto/BBC
A+ A-
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa debu musiman yang bertiup dari China kemungkinan mengandung virus Corona ke negara itu. Korut pun memperingatkan warganya untuk tetap di dalam rumah.

"Karena infeksi virus Corona baru terus menyebar ke seluruh dunia, kebutuhan untuk menangani debu kuning dan mengambil tindakan menyeluruh menjadi lebih penting," kata surat kabar resmi partai yang berkuasa di Koru, Rodong Sinmun, seperti disitir dari Global News, Sabtu (24/10/2020).

Surat kabar Korut itu mengatakan warga harus menahan diri dari kegiatan di luar ruangan dan harus mengikuti pedoman pencegahan seperti memakai masker saat mereka pergi keluar.(Baca juga: Pertama di Eropa Barat, Spanyol Catat 1 juta Kasus Virus Corona)

Televisi KRT yang dikelola pemerintah mengatakan pada hari Rabu bahwa debu kuning dan debu halus mungkin mengandung zat berbahaya, seperti logam berat dan mikroorganisme patogen termasuk virus.



“Orang harus memperhatikan kebersihan pribadi setelah kembali dari luar,” kata seorang pembaca berita.

“Selain itu, pekerja harus menghindari pekerjaan konstruksi luar ruangan bahkan di lokasi rekonstruksi,” sambungnya.





Pada hari Kamis, kedutaan Rusia di Pyongyang menulis di Facebook bahwa Kementerian Luar Negeri Korut telah memerintahkan semua pengunjung ke negara tersebut dan stafnya untuk menunggu badai debu di dalam.

Korut sendiri melaporkan tidak ada kasus virus Corona yang dikonfirmasi, klaim yang dipertanyakan oleh para ahli kesehatan. Pyongyang telah memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat dan tindakan karantina untuk mencegah wabah. Para pengamat mengatakan wabah itu bisa menghancurkan negara yang terisolasi itu secara ekonomi dan politik.

Klaim bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 itu dapat menyebar ke Korut dari gurun Gobi, sejauh 1.900 km, tampaknya tidak benar. Pasalnya, dua meter adalah jarak yang sosial virus tersebut bisa bertahan, meskipun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan tetesan (droplet) yang mengandung virus terkadang dapat bertahan di udara selama berjam-jam.(Baca juga: Raja Thailand Diam-diam Dibawa ke RS setelah Bodyguard Positif Covid-19)
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top