Israel Diam-diam Setuju AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 04:16 WIB
loading...
Israel Diam-diam Setuju...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Israel diam-diam memberikan persetujuan atas kesepakatan yang diusulkan yang akan membuat Uni Emirat Arab (UEA) membeli pesawat jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat (AS) .

Jika kesepakatan pembelian itu rampung, Emirat akan menjadi negara kedua di Timur Tengah yang mengoperasikan F-35 setelah Israel. (Baca: Soal Rencana Beli Jet Tempur F-35, Prabowo Diingatkan Hati-hati )

Dalam pernyataan bersama hari Jumat (23/10/2020), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan negara Yahudi tersebut tidak akan menentang penjualan sistem senjata tertentu AS ke UEA, yang telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel bulan lalu dan membuka hubungan diplomatik.

"Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan sepakat bahwa karena AS meningkatkan kemampuan militer Israel dan mempertahankan keunggulan militer kualitatif Israel, Israel tidak akan menentang penjualan sistem ini ke UEA," bunyi pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (24/10/2020). (Baca: Qatar Layangkan Permintaan Resmi Boyong Jet Tempur F-35 )

Menurut pernyataan bersama itu, Gantz mencapai pemahaman dengan para pemimpin militer AS selama kunjungannya ke Amerika awal pekan ini yang bertujuan untuk memastikan Israel mempertahankan keunggulan militer.

Saat ini, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengoperasikan F-35 Lightning II, pesawat siluman generasi kelima yang dibangun oleh Lockheed Martin. Turki akan menjadi yang kedua, tetapi Washington menghapus Ankara dari program F-35 sebagai respons karena Ankar nekat membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. (Baca: Jet Tempur Siluman F-35B AS Tabrakan dengan Pesawat Tanker di Udara )

Pesawat ini tidak hanya memiliki sistem radar dan sensor canggih, tetapi juga dirancang untuk memiliki signature radar minimal, sehingga sulit untuk dikenali, dilacak, dan ditargetkan dengan radar dan rudal musuh.

Pada bulan Agustus, Angkatan Udara Israel (IAF) mengumumkan skuadron kedua dari pesawat tempur F-35I Adir—versi modifikasi khusus dari jet F-35A standar yang digunakan oleh Angkatan Udara AS—siap tempur.

Menurut Jerusalem Post, IAF akan memiliki 27 unit F-35I pada November dari total 50 yang nantinya akan diterima. (Baca juga: Takut Meledak Tersambar Petir, Jet Tempur F-35 Belanda Batal Kawal Pembom AS )

Meski setuju AS menjual F-35 kepada UEA, Israel tetap menyatakan penolakannya terhadap akuisisi jet tempur serupa oleh Qatar—negara yang dekat dengan kelompok Hamas, Palestina.

“Keamanan dan superioritas militer kami di kawasan adalah hal yang paling penting bagi kami. Wilayah kami masih belum berubah menjadi Swiss," kata Menteri Intelijen Israel Eli Cohen kepada Army Radio pada 11 Oktober lalu.

Sementara itu, pada hari Jumat, Sudan bergabung dengan UEA dan Bahrain dengan sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel. Sudan menjadi negara Arab kelima yang melakukannya. Mesir dan Yordania, dua negara pertama yang melakukannya, yang menandatangani kesepakatan damai beberapa dekade lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved