Terinfeksi Covid-19, Menlu Belgia Dilaporkan Jalani Perawatan Intensif
Kamis, 22 Oktober 2020 - 22:16 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Belgia, Sophie Wilmes dilaporkan dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif setelah terinfeksi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Belgia , Sophie Wilmes dilaporkan dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif setelah terinfeksi Covid-19. Wilmes terinfeksi Covid-19 pasca menghadiri pertemuan Uni Eropa (UE) pada pekan lalu.
Juru bicara Wilmes belum memberikan pernyataan apapun mengenai kondisinya. Namun, Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo secara tersirat mengatakan bahwa kondisi Wilmes saat ini tengah memburuk, dengan menyatakan harapan agar wanita berusia 45 tahun itu segera pulih. ( Baca juga: Pandemi Covid-19 Memberi Penanda bahwa Zaman Tengah Bergerak )
"Tidak ada yang kebal terhadap virus ini. Secara keseluruhan, kami akan mengalahkan Covid-19," ucap De Croo dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (22/10/2020).
Belgia sendiri saat ini berada di urutan kedua setelah Republik Ceko di Eropa dalam hal infeksi per kapita dalam dua minggu terakhir.( Baca juga: Usai Hadiri Pertemuan UE, Menlu Austria dan Belgia Positif Covid-19 )
Negara dengan 11 juta orang melaporkan 9.693 infeksi baru per hari dalam seminggu terakhir, hingga 18 Oktober, meningkat 75% dari minggu sebelumnya. Rata-rata 319 orang dirawat di rumah sakit setiap hari. Sejauh ini, 10.539 orang telah meninggal.
Ahli virologi terkemuka, Marc Van Ranst mengatakan bahwa Belgia perlu melakukan penguncian singkat, tapi sangat singkat, dibanding penguncian parsial yang panjang untuk menekan penyebaran Covid-19. Dia menyebut, penguncian jangka panjang akan membuat semua orang kelelahan dan memukul perekonomian.
Juru bicara Wilmes belum memberikan pernyataan apapun mengenai kondisinya. Namun, Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo secara tersirat mengatakan bahwa kondisi Wilmes saat ini tengah memburuk, dengan menyatakan harapan agar wanita berusia 45 tahun itu segera pulih. ( Baca juga: Pandemi Covid-19 Memberi Penanda bahwa Zaman Tengah Bergerak )
"Tidak ada yang kebal terhadap virus ini. Secara keseluruhan, kami akan mengalahkan Covid-19," ucap De Croo dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (22/10/2020).
Belgia sendiri saat ini berada di urutan kedua setelah Republik Ceko di Eropa dalam hal infeksi per kapita dalam dua minggu terakhir.( Baca juga: Usai Hadiri Pertemuan UE, Menlu Austria dan Belgia Positif Covid-19 )
Negara dengan 11 juta orang melaporkan 9.693 infeksi baru per hari dalam seminggu terakhir, hingga 18 Oktober, meningkat 75% dari minggu sebelumnya. Rata-rata 319 orang dirawat di rumah sakit setiap hari. Sejauh ini, 10.539 orang telah meninggal.
Ahli virologi terkemuka, Marc Van Ranst mengatakan bahwa Belgia perlu melakukan penguncian singkat, tapi sangat singkat, dibanding penguncian parsial yang panjang untuk menekan penyebaran Covid-19. Dia menyebut, penguncian jangka panjang akan membuat semua orang kelelahan dan memukul perekonomian.
(esn)
Lihat Juga :