Seorang Relawan Meninggal, Brasil Tetap Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:29 WIB
loading...
Seorang Relawan Meninggal,...
Foto/Ilustrasi
A A A
BRASILIA - Otoritas kesehatan Brasil, Anvisa, mengatakan uji coba vaksin Covid-19 akan dilanjutkan. Pernyataan itu dikeluarkan setelah seorang sukarelawan uji klinis vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford meninggal.

Pihak Oxford mengkonfirmasi rencana itu dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setelah penilaian yang cermat tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis. Sedangkan AstraZeneca langsung menolak berkomentar.

Sumber yang mengetahui masalah ini di Brasil mengatakan kepada Reuters bahwa uji coba vaksin AstraZeneca akan ditangguhkan jika relawan yang meninggal telah menerima vaksin Covid-19, menunjukkan orang tersebut adalah bagian dari kelompok kontrol yang diberi suntikan meningitis.(Baca juga: Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil )

Dalam uji coba fase 3, umumnya setengah menerima vaksin dan setengah menerima plasebo - dalam hal ini meningitis.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis fase 3 di Brasil, mengatakan komite peninjau independen telah merekomendasikan uji coba mereka dilanjutkan.

Universitas sebelumnya mengkonfirmasi bahwa sukarelawan itu adalah orang Brasil tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan sukarelawan yang berpartisipasi," kata universitas Brasil itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari kantor berita Australia, ABC, Kamis (22/10/2020).

Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brasil.

Banyak dari mereka juga sudah menerima tembakan kedua.

Anvisa tidak memberikan rincian lebih lanjut, mengutip kerahasiaan medis dari mereka yang terlibat dalam uji coba.(Baca juga: Studi: Kepercayaan Terhadap Vaksin Terus Menurun Setiap Tahunnya )

Pemerintah Brasil memiliki rencana untuk membeli vaksin Inggris dan memproduksinya di pusat penelitian biomedis FioCruz di Rio de Janeiro, sementara vaksin pesaing dari China Sinovac Biotech Ltd sedang diuji oleh pusat penelitian Butantan Institute di negara bagian Sao Paulo.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada hari Rabu bahwa Pemerintah tidak akan membeli vaksin Sinovac.

Brasil memiliki wabah virus Corona paling mematikan kedua, setelah Amerika Serikat (AS), dengan lebih dari 154.000 orang tewas.

Negara ini juga memiliki jumlah kasus terbesar ketiga, dengan lebih dari 5,2 juta orang terinfeksi, di bawah Amerika Serikat dan India.(Lihat video: Abaikan Protokol Kesehatan, Penerima Bantuan UMKM Berdesakan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Jepang Uji Coba 4 Hari...
Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved