Selain Jokowi, Ini 7 Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:16 WIB
loading...
Selain Jokowi, Ini 7...
Lokasi President Joko Widodo Street di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto/KBRI Abu Dhabi
A A A
JAKARTA - Nama Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadikan nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Jalan dengan nama President Joko Widodo Street tersebut diresmikan Senin kemarin oleh anggota sekaligus Chairman of Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

President Joko Widodo Street terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor perwakilan diplomatik. Nama itu menggantikan Al Ma’arid Street, jalan yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Tunb Al Kubra. (Baca: Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, UEA )

Selain Jokowi, ada 7 tokoh Indonesia yang namanya abadi sebagai nama jalan di luar negeri. Berikut daftarnya;

1. Soekarno

Nama presiden pertama Indonesia sekaligus pahlawan proklamator diabadikan sebagai nama jalan di dua negara, yakni Maroko dan Mesir.

Di Rabat, Maroko, nama Jalan Soekarno ditulis Rue Soekarno. Penghormatan itu tak lepas dari peran Indonesia dalam mendukung Maroko merdeka dari pejajahan Prancis.

Sedangkan di Mesir, nama Jalan Soekarno ditulis Ahmed Sokarno Street. Proklamator kemerdekaan Indonesia ini sejatinya tidak memiliki nama depan Ahmed. Nama itu diberikan oleh para mahasiswa Indonesia di negara tersebut dengan maksud terdengar lebih islami. (Baca juga: Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad, Imam Prancis: Kami Mohon Maaf )

2. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta adalah wakil presiden pertama Indonesia yang juga proklamator kemerdekaan Indonesia. Namanya abadi sebagai jalan di Belanda dengan ditulis Mohammed Hattastraat.

Mohammed Hattastraat terdapat di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem, Belanda. Penamaan jalan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Hatta yang pernah studi di negeri Kincir Angin tersebut.

3. Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang terkenal sebagai tokoh emansipasi perempuan. Namanya abadi sebagai jalan di Amsterdam yang tertulis sebagai R.A. Kartinistraat.

Sosok Kartini terkenal di Eropa karena pemikirannya yang muncul di berbagai surat ketika melakukan korespondensi dengan para tokoh perempuana Eropa. Selain di Amsterdam, R.A. Kartinistraat juga terdapat di Utrecht, Haarlem, dan Venlo.

4. Pattimura

Pattimura bernama lengkap Thomas Matulessy. Dia adalah pahlawan nasional Indonesia. Namanya dijadikan nama jalan di Wierden, Belanda, yang tertulis sebagai Pattimurastraat.

5. Martha Christina Tiahahu

Nama pahlawan nasional Indonesia asal Maluku ini juga abadi sebagai nama jalan di Wierden, Belanda. Nama jalannya adalah Martha C. Tiahahustraat. Lokasinya berdekatan dengan Pattimurastraat.

6. Sutan Syahrir

Sutan Syharir tecatat sebagai perdana menteri pertama Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai tokoh diplomasi Indonesia dalam melawan Belanda. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Leiden, Gouda, dan Haarlem dengan tertulis sebagai Sutan Sjahrirstraat.

7. Munir Said Thalib

Munir adalah aktivis hak asasi manusia (HAM) yang berjuang membela kasus orang-orang hilang, khususnya di era rezim Orde Baru.

Dia meninggal dunia dalam penerbangan menuju Amsterdam, Belanda, pada 7 september 2004, akibat diracun.

Sebagai pejuang HAM, Munir dikagumi Belanda dan namanya diabadikan sebagai nama jalan di Den Haag dengan tertulis sebagai Munirpad. Pemerintah Belanda menamakan jalan tersebuta cukup panjang, yakni "Munirpad, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens" yang bermakna; "Jalan Munir, advokat pejuang HAM Indonesia".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved