Normalisasi Hubungan Israel dengan Arab Tanda Diplomasi Palestina Telah Gagal

Minggu, 18 Oktober 2020 - 23:17 WIB
loading...
A A A
Beberapa keuntungan juga telah diperoleh oleh kelompok-kelompok pro-Palestina yang mendorong Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan perang Israel di Tepi Barat dan Gaza. Kelompok pro Palestina juga memberi tekanan pada beberapa negara Eropa untuk memberi label produk-produk Israel.

(Baca: 4 Negara Arab yang Mengkhianati Perjuangan Palestina )

Namun, ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan pencapaian advokasi Israel. Meskipun negara Yahudi itu belum menginvestasikan banyak dana ke Kementerian Luar Negerinya, mengalihkan sebagian besar sumber daya negara ke aparat keamanan, negara itu berhasil mendapatkan dukungan dari beberapa pemain internasional. Ini sebagian karena hubungan pribadi antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan sebagian karena upaya diplomatik negara itu.

Sejak 2017 dan hingga saat ini, Israel telah berhasil menghasilkan sejumlah keuntungan yang mengesankan. Tak lama setelah Trump menjabat, dia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Yahudi, memindahkan kedutaan AS ke sana beberapa bulan kemudian dan mendorong negara lain untuk mengikutinya. Kemudian, pada 2019, pemerintahan Trump mengakui legalitas permukiman Yahudi di Tepi Barat yang disengketakan, bekerja untuk mempromosikan penyelesaian konflik Israel-Palestina dan mencoba menjembatani kesenjangan antara Israel dan negara-negara Teluk.

Diliani tidak meyakini bahwa kesepakatan normalisasi akan menghilangkan rencana aneksasi Israel. Dia juga tidak percaya bahwa pakta tersebut akan membawa manfaat ekonomi bagi Palestina, hanya karena keras kepala dan kebanggaan Ramallah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Berita Terkini
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved