Upaya Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Warga Miskin Hadapi Tembok Tebal

Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:00 WIB
loading...
A A A
Satu masalah awal yang muncul, yakni beberapa negara terkaya di dunia menegosiasikan kesepakatan mereka sendiri secara langsung dengan perusahaan obat. Artinya mereka tidak perlu berpartisipasi sama sekali dalam upaya tersebut. China, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS tidak berniat untuk bergabung.



Uni Eropa (UE) telah menyumbang USD 469 juta untuk mendukung COVAX, tetapi blok 27 negara tidak akan menggunakannya untuk membeli vaksin, dalam apa yang beberapa orang lihat sebagai mosi tidak percaya pada kemampuan proyek tersebut. Sebaliknya, UE telah menandatangani kesepakatannya sendiri untuk membeli lebih dari 1 miliar dosis, merampas COVAX dari kekuatan negosiasi massal untuk membeli vaksin untuk masyarakat Eropa.

GAVI, WHO, dan CEPI mengumumkan pada bulan September bahwa negara-negara yang mewakili dua pertiga populasi dunia telah bergabung dengan COVAX, tetapi mereka mengakui bahwa mereka masih membutuhkan sekitar USD 400 juta lebih banyak dari pemerintah atau organisasi lain. Tanpanya, GAVI tidak dapat menandatangani perjanjian untuk membeli vaksin.

(Baca: Penemuan Vaksin Covid-19 Tak Langsung Pulihkan Ekonomi Nasional )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Kronologi CIA Ubah Pandangan...
Kronologi CIA Ubah Pandangan Asal-usul Covid-19, dari Kebocoran Laboratorium?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
Keanu Angelo Dicecar...
Keanu Angelo Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Berita Terkini
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Infografis
Liga Arab Tolak Usulan...
Liga Arab Tolak Usulan Trump untuk Mengusir Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved