Pelaku Pemenggalan Kepala Guru di Prancis Sempat Teriakkan Takbir

loading...
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Darmanin mengatakan dia telah mendirikan pusat krisis untuk menangani serangan tersebut.

Insiden itu mengingatkan kembali serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Majalah tersebut telah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, memicu persoalan yang masih menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.

Prancis selama beberapa tahun terakhir telah menyaksikan serangkaian serangan kekerasan oleh militan Islam, termasuk serangan Charlie Hebdo 2015, dan pemboman serta penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan situs-situs di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang.

Masalah kartun kembali muncul bulan lalu ketika Charlie Hebdo memutuskan untuk menerbitkannya kembali bertepatan dengan dimulainya persidangan terhadap kaki tangan pelaku penyerangan pada 2015 lalu.(Baca juga: Majalah Charlie Hebdo Terbitkan Ulang Kartun Nabi Muhammad)

Al-Qaeda, kelompok militan Islam yang mengaku bertanggung jawab atas serangan 2015, mengancam akan kembali menyerang Charlie Hebdo setelah menerbitkan ulang kartun tersebut.(Baca juga: Al-Qaeda Ancam Bantai Staf Charlie Hebdo karena Cetak Kartun Nabi Muhammad)

Majalah itu mengatakan bulan lalu bahwa mereka diterbitkan untuk menegaskan haknya atas kebebasan berekspresi, dan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam oleh serangan kekerasan. Pendirian itu didukung oleh banyak politisi dan tokoh masyarakat Prancis terkemuka.

Kurang dari sebulan yang lalu, seorang pria asal Pakistan menggunakan pisau daging untuk menyerang dan melukai dua orang yang sedang merokok di luar kantor tempat Charlie Hebdo bermarkas pada saat serangan 2015.(Baca juga: Empat Orang Ditikam Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo di Paris)
(ber)
halaman ke-2 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top