Rusia Bantah Telah Sepakat Perpanjang Perjanjian New START
Kamis, 15 Oktober 2020 - 01:03 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memahami bahwa ini perlu diperpanjang, bahwa ini untuk kepentingan kedua negara kami dan keamanan strategis seluruh dunia,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2020).
Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan Moskow tidak melihat prospek untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata START baru dengan Washington tetapi tetap berencana untuk melanjutkan pembicaraan.
Kegagalan untuk memperpanjang pakta akan menghilangkan pilar utama yang menjaga keseimbangan senjata nuklir antara Moskow dan Washington. Ini tentu saja akan menambah elemen ketegangan lain pada hubungan mereka yang sudah rusak.(Baca juga: Iran Desak Dunia Internasional Tekan Israel Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir )
Perjanjian New START adalah penerus dari Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) asli yang ditandatangani pada tahun 1991 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat saat itu.
Kesepakatan senjata antara Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1980-an, dan penerus mereka George H.W. Bush dan Presiden Rusia Boris Yeltsin pada 1990-an, menggarisbawahi kepercayaan yang tumbuh di antara negara adidaya dan berkontribusi untuk mengakhiri Perang Dingin.(Lihat video: 5 Angkatan Udara Paling Digdaya di Dunia )
Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan Moskow tidak melihat prospek untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata START baru dengan Washington tetapi tetap berencana untuk melanjutkan pembicaraan.
Kegagalan untuk memperpanjang pakta akan menghilangkan pilar utama yang menjaga keseimbangan senjata nuklir antara Moskow dan Washington. Ini tentu saja akan menambah elemen ketegangan lain pada hubungan mereka yang sudah rusak.(Baca juga: Iran Desak Dunia Internasional Tekan Israel Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir )
Perjanjian New START adalah penerus dari Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) asli yang ditandatangani pada tahun 1991 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat saat itu.
Kesepakatan senjata antara Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1980-an, dan penerus mereka George H.W. Bush dan Presiden Rusia Boris Yeltsin pada 1990-an, menggarisbawahi kepercayaan yang tumbuh di antara negara adidaya dan berkontribusi untuk mengakhiri Perang Dingin.(Lihat video: 5 Angkatan Udara Paling Digdaya di Dunia )
(ber)
Lihat Juga :