Arab Saudi Gagal Raih Kursi di Dewan HAM PBB, Rusia dan China Lolos

Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:29 WIB
loading...
Arab Saudi Gagal Raih...
Sesi sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 27 Februari 2020. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Arab Saudi gagal dalam upaya menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) untuk periode tiga tahun mendatang dimulai pada 1 Januari.

China , Rusia , dan Kuba justru terpilih sebagai anggota UNHRC sehingga beberapa pihak mengkritiknya. Rusia dan Kuba melaju tanpa tantangan dalam pemilihan di Sidang Umum PBB untuk kursi UNHRC tersebut.

Saudi dan China bersaing ketat untuk empat posisi yang diperebutkan lima negara termasuk Pakistan, Usbekistan dan Nepal. Pakistan meraih 169 suara, Uzbekistan 164, Nepal 150, China 139 dan Arab Saudi 90 suara, menghentikan upaya Riyadh kembali menjadi anggota badan HAM tertinggi di PBB itu.

Sebanyak 15 negara terpilih dalam dewan dengan anggota 47 negara itu pada Selasa (13/10).

Human Rights Watch menyebut China dan Saudi sebagai dua pemerintah yang paling bermasalah dalam HAM. Lembaga itu juga menyebut berbagai kejahatan perang dalam perang Suriah yang menjadikan Rusia sebagai anggota dewan HAM yang bermasalah.

Para pakar menyatakan beberapa negara dengan catatan HAM yang dipertanyakan itu justru terpilih sehingga sistem untuk masuk UNHRC sangat perlu direformasi.

Kevin Jon Heller, profesor hukum internasional di Universitas Copenhagen menyatakan, “Tentu ini sangat disesalkan bahwa negara-negara dengan catatan HAM mengerikan dapat terpilih ke dewan. Tapi itu biasa dalam birokrasi kacau PBB.” (Baca Juga: Armenia: Hanya Perubahan Sikap Turki Bisa Atasi Krisis Nagorno-Karabakh)

“Jelas tak ada cara mudah menghindari jenis kesepakatan belakang kamar sehingga hasilnya seperti ini. Tak ada bukti jelas bahwa negara-negara itu menjadikan catatan HAM sebagai pertimbangan saat mereka memilih,” kata dia. (Baca Infografis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)

Voting untuk kursi dewan HAM PBB itu menegaskan betapa rusak reputasi internasional Saudi dalam beberapa tahun terakhir. (Lihat Video: 50 Juta Vaksin Asal Inggris Dipesan Pemerintah Indonesia)

Para pengkritik sejak lama menyoroti catatan HAM Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Saudi memburu ratusan lawan politik, menahan belasan aktivis HAM wanita, dan terus melakukan eksekusi massal para tahanan. Protes publik, partai politik dan serikat buruh juga dilarang di Saudi.

Pelapor khusus PBB untuk pembunuhan ekstrayudisial Agnes Callamard yang menyelidiki pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi oleh para agen Saudi di Turki pada 2018 menyatakan ada bukti kredibel yang mengaitkan putra mahkota dengan pembunuhan itu sehingga harus diselidiki.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Mencintaimu...
Sinopsis Sinetron Mencintaimu Sekali Lagi Eps 101: Rencana Diam-diam Lingga Pada Emil
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
Piala Asia U-17 2025...
Piala Asia U-17 2025 Live di iNews: Thailand vs Uzbekistan dan Arab Saudi Kontra China
Berita Terkini
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
1 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
2 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
2 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
3 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
4 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
DK PBB Setujui Resolusi...
DK PBB Setujui Resolusi AS Hentikan Perang Ukraina dan Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved