Berebut Suara pada Pencoblosan Awal Pilpres Amerika Serikat
Rabu, 14 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini sangat jelas ada banyak warga yang mengikuti pencoblosan awal. Apa artinya? Artinya, ada dua. Pertama, perubahan kebiasaan masyarakat yang ingin mengikuti hajat demokrasi. Mereka tidak ingin tertinggal sehingga mencoblos lebih awal. Kedua, aksesnya mudah,” kata Michael McDonald, profesor ilmu politik dari University of Florida.
Aturan pencoblosan di AS berbeda-beda di setiap negara bagian. Namun, kesempatan untuk melakukan pencoblosan awal kini lebih luas dibandingkan satu dekade sebelumnya. Menurut National Conference of State Legislature, hanya ada enam negara bagian yang tidak dapat menawarkan fasilitas pencoblosan langsung sebelum hari H. (Baca juga: Petinggi KAMI Ditangkap, Ini Tanggapan Din Syamsuddin)
Di Georgia, ribuan orang mengantre untuk mengikuti pencoblosan awal saat dibuka pada Senin (12/10). Seorang dari mereka harus menunggu hingga enam jam. Pemandangan serupa terjadi di Texas dan Kentucky yang membuka pencoblosan awal kemarin. Di Maricopa, Arizona, sekitar 3.000 orang mengikuti pencoblosan awal dalam sehari.
Di California, lebih dari 270.000 suara telah masuk melalui e-mail. Bandingkan dengan tahun 2016 yang hanya masuk 13.000 suara. Namun, tidak semua orang mendukung pencoblosan awal. Trump beserta politisi senior Republik lainnya meminta adanya pembatasan akses pencoblosan via e-mail, termasuk menentang ekspansi wilayah. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
“Saya tidak ingin terjadi kecurangan. Kami ingin orang yang berhak mencoblos yang melakukan pencoblosan dan suara mereka yang hanya sah dihitung,” kata Trump. Para ahli menilai kekhawatiran Trump berlebihan karena tingkat kecurangan pencoblosan via e-mail sangat langka mengingat pemerintah memiliki data yang valid. (Andika H Mustaqim)
Aturan pencoblosan di AS berbeda-beda di setiap negara bagian. Namun, kesempatan untuk melakukan pencoblosan awal kini lebih luas dibandingkan satu dekade sebelumnya. Menurut National Conference of State Legislature, hanya ada enam negara bagian yang tidak dapat menawarkan fasilitas pencoblosan langsung sebelum hari H. (Baca juga: Petinggi KAMI Ditangkap, Ini Tanggapan Din Syamsuddin)
Di Georgia, ribuan orang mengantre untuk mengikuti pencoblosan awal saat dibuka pada Senin (12/10). Seorang dari mereka harus menunggu hingga enam jam. Pemandangan serupa terjadi di Texas dan Kentucky yang membuka pencoblosan awal kemarin. Di Maricopa, Arizona, sekitar 3.000 orang mengikuti pencoblosan awal dalam sehari.
Di California, lebih dari 270.000 suara telah masuk melalui e-mail. Bandingkan dengan tahun 2016 yang hanya masuk 13.000 suara. Namun, tidak semua orang mendukung pencoblosan awal. Trump beserta politisi senior Republik lainnya meminta adanya pembatasan akses pencoblosan via e-mail, termasuk menentang ekspansi wilayah. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
“Saya tidak ingin terjadi kecurangan. Kami ingin orang yang berhak mencoblos yang melakukan pencoblosan dan suara mereka yang hanya sah dihitung,” kata Trump. Para ahli menilai kekhawatiran Trump berlebihan karena tingkat kecurangan pencoblosan via e-mail sangat langka mengingat pemerintah memiliki data yang valid. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :