Berbagai Negara Gunakan Tes Antigen untuk Hadapi Gelombang Kedua Covid
Rabu, 14 Oktober 2020 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Tes antigen telah banyak digunakan di industri travel. Maskapai Italia, Alitalia, menawarkan penerbangan eksklusif Roma-Milan untuk para penumpang dengan tes negatif. Lufthansa asal Jerman juga telah mengumumkan rencana tes serupa. (Lihat Video: 50 Juta Vaksin Asal Inggris Dipesan Pemerintah Indonesia)
Besarnya skala pandemi membuat banyak negara kesulitan melakukan tes semua warganya. Di Amerika Serikat, ketergantungan pada mesin PCR otomatis selama musim panas membuat banyak pasien frustrasi karena harus menunggu sepekan atau lebih untuk mendapatkan hasilnya. (Baca Infografis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)
Tes di Eropa juga mengalami kendala. Prancis melakukan lebih dari satu juta tes sepekan tapi kebijakan tes gratis untuk semua orang mengakibatkan antrean panjang dan menunda pengumuman hasil. Para peneliti Prancis pun mencari cara tes yang dapat memberikan hasil dalam 40 menit, tanpa menggunakan swab. (Baca Juga: Armenia: Hanya Perubahan Sikap Turki Bisa Atasi Krisis Nagorno-Karabakh)
Italia melakukan antara 800.000 dan 840.000 tes per pekan, lebih dari dua kali lipat pada April. Namun pakar menyarankan negara itu melakukan 2 juta tes per pekan untuk dapat mengalahkan virus itu.
Di Belanda, pemerintah memperbesar kapasitas laboratorium menjadi 385.000 tes pekan depan dari 280.000. Target itu hampir setengah juta tes per pekan pada Desember dan sekitar 600.000 pada Februari. Namun warga harus menunggu beberapa hari untuk tes.
Besarnya skala pandemi membuat banyak negara kesulitan melakukan tes semua warganya. Di Amerika Serikat, ketergantungan pada mesin PCR otomatis selama musim panas membuat banyak pasien frustrasi karena harus menunggu sepekan atau lebih untuk mendapatkan hasilnya. (Baca Infografis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)
Tes di Eropa juga mengalami kendala. Prancis melakukan lebih dari satu juta tes sepekan tapi kebijakan tes gratis untuk semua orang mengakibatkan antrean panjang dan menunda pengumuman hasil. Para peneliti Prancis pun mencari cara tes yang dapat memberikan hasil dalam 40 menit, tanpa menggunakan swab. (Baca Juga: Armenia: Hanya Perubahan Sikap Turki Bisa Atasi Krisis Nagorno-Karabakh)
Italia melakukan antara 800.000 dan 840.000 tes per pekan, lebih dari dua kali lipat pada April. Namun pakar menyarankan negara itu melakukan 2 juta tes per pekan untuk dapat mengalahkan virus itu.
Di Belanda, pemerintah memperbesar kapasitas laboratorium menjadi 385.000 tes pekan depan dari 280.000. Target itu hampir setengah juta tes per pekan pada Desember dan sekitar 600.000 pada Februari. Namun warga harus menunggu beberapa hari untuk tes.
(sya)
Lihat Juga :