Pentagon Tak Yakin COVID-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan
Rabu, 15 April 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal Milley tidak menyebut nama media yang berspekulasi tentang asal-usul virus corona baru. Namun, pada hari sebelumnya The Washington Postmenerbitkan sebuah opini yang menyebutkan Institut Virologi Wuhan (WIV) telah melakukan percobaan berisiko pada kelelawar pada tahun 2018.
Kolumnis Josh Rogin dalam tulisan tersebut mengatakan dia memperoleh korespondensi dari diplomat AS yang mengunjungi laboratorium WIV karena menerima dana AS untuk penelitian, dan khawatir tentang kelelawar yang mengirimkan virus ke manusia.
"Penelitian menunjukkan bahwa berbagai coronavirus seperti SARS dapat berinteraksi dengan ACE2 (Angiotensin-converting enzyme 2), reseptor manusia yang diidentifikasi untuk coronavirus SARS. Temuan ini sangat menunjukkan bahwa coronavirus seperti SARS dari kelelawar dapat ditularkan ke manusia untuk menyebabkan penyakit seperti SARS," bunyi kabel diplomatik yang dikutip dalam tulisan opini tersebut.
SARS adalah severe acute respiratory syndrome, penyakit penyerang pernapasan yang muncul di China selatan pada tahun 2002. Penyakit ini menginfeksi sekitar 8.000 orang dan membunuh 744.
Sedangkan virus corona baru atau COVID-19, menurut data worldometers, hingga sore ini (15/4/2020) telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 127.000 orang. Nama lain untuk COVID-19 adalah SARS-Cov-2.
Kolumnis Josh Rogin dalam tulisan tersebut mengatakan dia memperoleh korespondensi dari diplomat AS yang mengunjungi laboratorium WIV karena menerima dana AS untuk penelitian, dan khawatir tentang kelelawar yang mengirimkan virus ke manusia.
"Penelitian menunjukkan bahwa berbagai coronavirus seperti SARS dapat berinteraksi dengan ACE2 (Angiotensin-converting enzyme 2), reseptor manusia yang diidentifikasi untuk coronavirus SARS. Temuan ini sangat menunjukkan bahwa coronavirus seperti SARS dari kelelawar dapat ditularkan ke manusia untuk menyebabkan penyakit seperti SARS," bunyi kabel diplomatik yang dikutip dalam tulisan opini tersebut.
SARS adalah severe acute respiratory syndrome, penyakit penyerang pernapasan yang muncul di China selatan pada tahun 2002. Penyakit ini menginfeksi sekitar 8.000 orang dan membunuh 744.
Sedangkan virus corona baru atau COVID-19, menurut data worldometers, hingga sore ini (15/4/2020) telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 127.000 orang. Nama lain untuk COVID-19 adalah SARS-Cov-2.
Lihat Juga :