Jika Terpilih Jadi Presiden AS, Biden Siap untuk Bertemu Jong-un

Senin, 12 Oktober 2020 - 01:38 WIB
loading...
Jika Terpilih Jadi Presiden...
Salah seorang penasihat Joe Biden mengatakan bahwa jika terpilih menjadi Presiden AS, Biden siap untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Salah seorang penasihat Joe Biden mengatakan bahwa jika terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) , Biden siap untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut ), Kim Jong-un. Dalam jajak pendapat, Biden diunggulkan untuk memenangkan pemilihan umum November mendatang.

Menurut Brian McKeon, yang telah bekerja erat dengan Biden sejak tahun 1985, meskipun pekerjaan dasar yang diperlukan akan diperlukan terlebih dahulu, sebuah pertemuan akan terus berjalan jika dipandang memfasilitasi denuklirisasi Korut. (Lihat grafis: Trump Stop Bahas Bantuan Krisis, Biden: Presiden Tinggalkan Rakyat )

"Setiap pertemuan harus didahului oleh beberapa pekerjaan diplomatik yang serius di tingkat yang lebih rendah, daripada hanya memberikan pertemuan antara kedua pemimpin," kata McKenon, seperti dilansir Sputnik pada Senin (12/10/2020).

"Sebab, seperti yang diketahui, setiap negosiasi yang rumit tentang tantangan seperti masalah nuklir Korut, Anda hanya tidak bisa mengharapkan dua pemimpin puncak untuk melakukan itu dalam pertemuan satu atau dua jam," sambungnya.

Dia menggarisbawahi bahwa pendekatan Biden terhadap Korut akan berbeda dengan pendekatan Donald Trump. "Saya pasti berpikir itu akan berbeda dari pemerintahan Trump. Joe Biden memahami bahwa masalah Korut cukup rumit dan Anda tidak bisa hanya menyelesaikannya dengan beberapa pertemuan pemimpin-ke-pemimpin," ucapnya.

Pendekatan terhadap masalah Korut, ujarnya, akan bergantung pada penilaian masa depan dari situasi saat ini dan kemungkinan juga akan berbeda dari pemerintahan Barack Obama di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden. ( Baca juga: Kim Jong-un Menangis Saat Berpidato Soal Kesulitan Korea Utara )

"Biden bukanlah Obama dan dunia sekarang berbeda empat tahun kemudian karena program nuklir Korut telah berlanjut, dan kami harus menilai situasi yang dia warisi dan kemudian mengembangkan strategi," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Tersingkir dari Piala...
Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Rekomendasi
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Selebrasi Liar Lautaro...
Selebrasi Liar Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Begini Penjelasan FIFA
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved