Krisis Air Diprediksi Jadi Sumber Perang, Kerusuhan, dan Migrasi di Masa Depan

Minggu, 11 Oktober 2020 - 04:40 WIB
loading...
A A A
"Dan, risiko perselisihan terkait air meningkat, sebagian karena meningkatnya kelangkaan air. Namun, seiring dengan meningkatnya kelangkaan air, sistem air juga kian menjadi sasaran dalam jenis konflik lain," ucapnya, seperti dilansir Japan Today.

"Di Yaman, pertempuran bertahun-tahun telah menghancurkan infrastruktur air, menyebabkan jutaan orang kehilangan air bersih untuk minum atau bercocok tanam. Sumur dan fasilitas air lainnya juga telah menjadi sasaran di Somalia, Irak, Suriah dan negara lain," katanya.

Kekeringan yang berulang di beberapa bagian Amerika Tengah dan Sahel Afrika dalam beberapa tahun terakhir telah memicu migrasi sebagian petani subsisten, yang panennya telah dihancurkan oleh curah hujan rendah, mencari perlindungan dan pekerjaan di negara lain.

Para ahli mengatakan, salah satu kunci untuk mengatasi kelangkaan air adalah meningkatkan investasi dalam penggunaan air yang lebih hemat di pertanian, sebuah industri yang menyerap lebih dari dua pertiga air yang digunakan oleh orang setiap tahun.

(Baca: Dewan Minta Krisis Air Saat Musim Kemarau Bisa Diatisipasi )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Jejak Penampilan Terbaik...
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Ternyata Pelajar Pembawa...
Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved