Jadi Mata-mata China, Pria Singapura Dipenjara 14 Bulan di AS
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dokumen dakwaan, Yeo; seorang mahasiswa PhD di National University of Singapore, diarahkan oleh intelijen China untuk membuka konsultasi palsu di Amerika Serikat dan menawarkan pekerjaan.
Dia menerima lebih dari 400 resume, 90 persen di antaranya berasal dari militer AS atau personel pemerintah dengan izin keamanan.
Dia menggunakan ini dan fungsi jaringan LinkedIn untuk melacak kemungkinan target, dengan fokus pada orang-orang dengan izin keamanan teratas.
Dia merekrut sejumlah orang untuk bekerja dengannya, menargetkan mereka yang mengaku kesulitan keuangan.
Mereka termasuk seorang warga sipil yang bekerja pada proyek jet tempur siluman F-35B Angkatan Udara, seorang perwira militer Pentagon dengan pengalaman perang Afghanistan, dan seorang pejabat Departemen Luar Negeri, yang semuanya dibayar sebesar USD2.000 untuk menulis laporan kepada Yeo.
Jaksa penuntut mengatakan pada hari Jumat bahwa Yeo tidak pernah sampai sejauh mengumpulkan informasi yang sangat rahasia, tetapi itulah niatnya.
Dia menerima lebih dari 400 resume, 90 persen di antaranya berasal dari militer AS atau personel pemerintah dengan izin keamanan.
Dia menggunakan ini dan fungsi jaringan LinkedIn untuk melacak kemungkinan target, dengan fokus pada orang-orang dengan izin keamanan teratas.
Dia merekrut sejumlah orang untuk bekerja dengannya, menargetkan mereka yang mengaku kesulitan keuangan.
Mereka termasuk seorang warga sipil yang bekerja pada proyek jet tempur siluman F-35B Angkatan Udara, seorang perwira militer Pentagon dengan pengalaman perang Afghanistan, dan seorang pejabat Departemen Luar Negeri, yang semuanya dibayar sebesar USD2.000 untuk menulis laporan kepada Yeo.
Jaksa penuntut mengatakan pada hari Jumat bahwa Yeo tidak pernah sampai sejauh mengumpulkan informasi yang sangat rahasia, tetapi itulah niatnya.
(min)
Lihat Juga :