Turki: Upaya Damai Nagorno-Karabakh akan Gagal Kecuali Armenia Mundur

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 04:04 WIB
loading...
Turki: Upaya Damai Nagorno-Karabakh...
Juru bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki memperingatkan upaya Prancis , Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk mengakhiri pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh akan gagal kecuali mereka menjamin penarikan pasukan Armenia dari wilayah itu.

Rusia berupaya menjadi tuan rumah perundingan dengan menteri luar negeri (menlu) Azerbaijan dan Armenia pada Jumat (9/10), sehari setelah Prancis, Rusia dan AS membahas konflik itu di Jenewa.

Turki mengecam apa yang disebut sebagai penjajahan Armenia di tanah Azerbaijan di Nagorno-Karabakh yang dikontrol etnik Armenia di wilayah Azerbaijan. Turki menegaskan solidaritas penuh pada etnik kin di Azerbaijan.

Ankara berulang kali mengkritik upaya grup Minsk yang dipimpin Prancis, Rusia dan AS untuk mencapai gencatan senjata di wilayah itu. Menurut Turki, kelompok itu tak melakukan apapun selama hampir 30 tahun perundingan.

Juru bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin menyatakan Ankara ingin solusi diplomatik tapi semua upaya oleh grup Minsk yang tidak menyerukan penarikan pasukan Armenia akan gagal.

“Jika mereka hanya menyerukan gencatan senjata, jika mereka bekerja hanya menuju gencatan senjata, itu tidak akan lebih dari mengulangi apa yang terjadi selama 30 tahun terakhir atau lebih,” tutur Kalin saat wawancara dengan Al Jazeera.

“Hampir pasti gagal jika tidak melibatkan rencana rinci untuk mengakhiri pendudukan,” papar Kalin. (Baca Juga: Akhiri Perang Nagorno Karabakh, Armenia-Azerbaijan Siap Berunding di Moskow)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved