Penyair AS Raih Nobel Bidang Sastra

Kamis, 08 Oktober 2020 - 20:43 WIB
loading...
Penyair AS Raih Nobel...
Penyair asal Amerika Serikat (AS), Louise Gluck meraih Penghargaan Nobel bidang Sastra. Foto/REUTERS
A A A
STOCKHOLM - Penyair asal Amerika Serikat (AS) , Louise Gluck meraih Penghargaan Nobel bidang Sastra. Akademi Swedia mengatakan, Gluck mendapatan Hadian Nobel atas suara puitisnya. Profesor di Universitas Yale, pria berusia 77 tahun tersebut memulai debutnya pada tahun 1968 dengan "Firstborn" dan dipandang sebagai salah satu penyair paling terkemuka dalam sastra kontemporer Amerika.
"Puisinya dicirikan oleh perjuangan untuk kejelasan dengan fokus pada masa kanak-kanak, kehidupan keluarga, dan hubungan dekat antara orang tua dan saudara kandung," kata Akademi Swedia. ( Baca juga: Tiga Penemu Lubang Hitam Raih Penghargaan Nobel Fisika 2020 )

"Dalam puisinya, diri mendengarkan apa yang tersisa dari mimpi dan delusi, dan tidak ada yang bisa lebih keras daripada dia dalam menghadapi ilusi diri," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (8/10/2020).

Sebelumnya, Akademi Swedia telah memberikan peneliti asal Inggris Roger Penrose, Reinhard Genzel dari Jerman dan Andrea Ghez dari AS Penghargaan Nobel Fisika atas temuan mereka tentang salah satu fenomena paling eksotik di jagat raya, lubang hitam.

Sementara itu, Harvey Alter, Charles Rice and Briton Michael Houghton, tiga peneliti yang berhasil mengidentifikasi virus Hepatitis C mendapatkan Penghargaan Nobel bidang kesehatan. ( Baca juga: Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel )

Penghargaan Nobel sendiri dinamai atas penemu dinamit dan pengusaha kaya Alfred Nobel dan telah diberikan sejak 1901 untuk prestasi di bidang sains, sastra dan perdamaian.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved