Marak Pemerkosaan, Bangladesh Didesak Jatuhkan Hukuman Mati bagi Pelaku

Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:50 WIB
loading...
Marak Pemerkosaan, Bangladesh...
Pemerintah Bangladesh didesak untuk mempertimbangkan mengubah undang-undang untuk memastikan hukuman mati bagi pemerkosa. Foto/REUTERS
A A A
DHAKA - Pemerintah Bangladesh didesak untuk mempertimbangkan mengubah undang-undang untuk memastikan hukuman mati bagi pemerkosa. Desakan ini datang ditengah semakin maraknya aksi pemerkosaan di negara tersebut.

Desakan itu itu mendapat momentum setelah Bangladesh menyaksikan insiden pemerkosaan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dua pemerkosaan geng, satu di asrama perguruan tinggi pemerintah di kota timur Sylhet dan yang kedua di distrik Noakhali tenggara.

Insiden baru-baru ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran ketika puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri, termasuk di Ibu Kota Dhaka. Pelajar dan pemuda memimpin aksi protes di pusat kota utama, didukung oleh semua lapisan masyarakat. Mereka mengatakan bahwa kurangnya implementasi undang-undang adalah penghalang utama dalam melindungi perempuan dari perkosaan.

Demosntran bukan hanya menuntut mengamandemen undang-undang yang relevan untuk menghukum para pemerkosa dengan hukuman mati di negara tersebut, tapi juga penerapan ketat undang-undang yang ada untuk mengontrol pelecehan seksual.

"Kami menuntut penerapan ketat dari hukum yang ada," kata Rashed Khan, juru bicara kelompok mahasiswa terkemuka di Universitas Dhaka yang disebut Parishad Chhatra Odhikar. ( Baca juga: Habis Kirim 200 Kereta ke Bangladesh, Inka Tancap Gas Kejar Proyek Baru )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Almarhum Juru Bicara...
Almarhum Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Dibawa ke Jakarta Besok
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved