Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS

Kamis, 08 Oktober 2020 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Jika terbukti bersalah, baik Kotey dan Elsheikh menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Keduanya dipindahkan dari Turki, setelah mereka awalnya ditangkap oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF) pada Januari 2018 saat runtuhnya ISIS di wilayah tersebut.

Mereka merupakan setengah dari kelompok jagal ISIS terkenal yang dijuluki "The Beatles" oleh para sandera yang mereka tangkap karena aksen Inggris-nya. Para pria itu telah dicabut kewarganegaraannya oleh Inggris. Warga negara Inggris ketiga, Mohamed Emwazi, juga dikenal sebagai "Jihadi John", tewas dalam serangan udara AS di Suriah pada November 2015.

Sel ISIS itu menjadi terkenal karena merilis video yang menunjukkan pemenggalan mengerikan yang dilakukan Emwazi terhadap tahanan, termasuk jurnalis Amerika Foley dan Sotloff, serta warga negara Inggris David Haines dan Alan Henning pada Agustus-Oktober 2014. Kemudian, pada November 2014, ISIS merilis video yang menggambarkan kepala Kassig yang dipenggal, dan pada Januari 2015, ISIS merilis video dengan gambar dua warga negara Jepang yang tewas.

"Pesan saya kepada teroris lain adalah ini — jika Anda menyakiti orang Amerika, Anda akan menghadapi nasib yang sama dengan orang-orang ini. Anda akan menghadapi senjata Amerika di medan perang, dan jika Anda bertahan, Anda akan menghadapi keadilan Amerika di ruang sidang Amerika dengan prospek bertahun-tahun di penjara Amerika," kata Asisten Jaksa Agung John Demers dari Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman pada konferensi pers.

"Bagaimanapun juga, kamu tidak akan pernah hidup dalam damai — kamu akan dikejar sampai ke ujung bumi. Jangkauan hukum Amerika lama, tetapi ingatan kita bahkan lebih lama. Tidak peduli berapa lama, kita tidak akan pernah lupa, dan kami tidak akan pernah berhenti," ia menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved