Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Rabu, 06 Mei 2020 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Pendiri Silvercorp dan mantan baret hijau AS, Jordan Goudreau, mengaku bertanggung jawab untuk memimpin "Operasi Gideon," yang diluncurkan dengan upaya pendaratan pantai sebelum fajar pada hari Minggu yang menewaskan delapan tersangka pelaku penyerangan.
Dua mantan prajurit AS ditahan Senin, puluhan kilometer dari percobaan pendaratan pantai pertama di sebuah desa nelayan. Pihak berwenang mengatakan mereka telah menyita peralatan dan menahan puluhan lainnya.
Goudreau mengatakan operasi itu dirancang untuk menangkap - dan tidak membunuh Maduro. Ia mengatakan dia melaksanakannya dengan "anggaran ketat" setelah menandatangani perjanjian dengan pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS Juan Guaido. Namun Guaido membantah memiliki hubungan dengan Goudreau.
Venezuela dicengkeram oleh krisis sosial dan ekonomi yang semakin dalam di bawah pemerintahan Maduro yang telah menyebabkan hampir 5 juta penduduk mengungsi.
AS adalah di antara hampir 60 negara yang mendukung Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. Mereka menyebut Maduro berkuasa melalui pemilu yang curang pada 2018 dengan melarang kandidat oposisi paling populer untuk mencalonkan diri.
Dua mantan prajurit AS ditahan Senin, puluhan kilometer dari percobaan pendaratan pantai pertama di sebuah desa nelayan. Pihak berwenang mengatakan mereka telah menyita peralatan dan menahan puluhan lainnya.
Goudreau mengatakan operasi itu dirancang untuk menangkap - dan tidak membunuh Maduro. Ia mengatakan dia melaksanakannya dengan "anggaran ketat" setelah menandatangani perjanjian dengan pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS Juan Guaido. Namun Guaido membantah memiliki hubungan dengan Goudreau.
Venezuela dicengkeram oleh krisis sosial dan ekonomi yang semakin dalam di bawah pemerintahan Maduro yang telah menyebabkan hampir 5 juta penduduk mengungsi.
AS adalah di antara hampir 60 negara yang mendukung Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. Mereka menyebut Maduro berkuasa melalui pemilu yang curang pada 2018 dengan melarang kandidat oposisi paling populer untuk mencalonkan diri.
Lihat Juga :