Perang Nagorno-Karabakh, Armenia Siap untuk Gencatan Senjata
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 01:13 WIB
loading...
A
A
A
Dalam seruan bersama pada hari Kamis, Putin, Presiden AS Donald Trump dan Macron mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke negosiasi yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa teritorial yang sudah lama ada.(Baca juga: AS, Prancis, dan Rusia Desak Gencatan Senjata Armenia dan Azerbaijan )
Rusia juga menyarankan pihaknya membuat kemajuan dalam upaya diplomatik dengan Turki, dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan mitranya Cavusoglu mengatakan mereka siap untuk "koordinasi erat" guna menstabilkan situasi.
Armenia dan Azerbaijan telah terkunci dalam perselisihan selama puluhan tahun atas Nagorno-Karabakh, wilayah yang memisahkan diri yang berada di dalam Azerbaijan tetapi dikendalikan oleh etnis Armenia yang didukung oleh Yerevan.
Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan selama perang tahun 1990-an yang menewaskan 30.000 orang, tetapi tidak diakui oleh negara mana pun, termasuk Armenia, sebagai republik merdeka.
Pertempuran pecah secara berkala di wilayah tersebut dan pembicaraan untuk menyelesaikan konflik sebagian besar terhenti sejak perjanjian gencatan senjata tahun 1994.
Armenia dan Karabakh mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer pada Minggu, sementara Azerbaijan memberlakukan aturan militer dan jam malam di kota-kota besar.
Rusia juga menyarankan pihaknya membuat kemajuan dalam upaya diplomatik dengan Turki, dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan mitranya Cavusoglu mengatakan mereka siap untuk "koordinasi erat" guna menstabilkan situasi.
Armenia dan Azerbaijan telah terkunci dalam perselisihan selama puluhan tahun atas Nagorno-Karabakh, wilayah yang memisahkan diri yang berada di dalam Azerbaijan tetapi dikendalikan oleh etnis Armenia yang didukung oleh Yerevan.
Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan selama perang tahun 1990-an yang menewaskan 30.000 orang, tetapi tidak diakui oleh negara mana pun, termasuk Armenia, sebagai republik merdeka.
Pertempuran pecah secara berkala di wilayah tersebut dan pembicaraan untuk menyelesaikan konflik sebagian besar terhenti sejak perjanjian gencatan senjata tahun 1994.
Armenia dan Karabakh mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer pada Minggu, sementara Azerbaijan memberlakukan aturan militer dan jam malam di kota-kota besar.
(ber)
Lihat Juga :