Hampir 20.000 Pekerja Amazon Dinyatakan Positif Covid-19
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 06:37 WIB
loading...
Hampir 20 ribu pekerja Amazon dinyatakan positif Covid-19. Foto/WHIG
A
A
A
NEW YORK - Amazon mengatakan bahwa hampir 20.000 pekerjanya telah dinyatakan positif atau dianggap positif terkena virus Corona yang menyebabkan Covid-19 .
Tetapi raksasa ritel online itu, yang mengungkapkan data untuk pertama kalinya, mengatakan bahwa tingkat infeksi karyawannya jauh di bawah yang terlihat pada populasi umum Amerika Serikat (AS).
Amazon mengatakan dalam blog perusahaan bahwa mereka memeriksa data dari 1 Maret hingga 19 September pada 1,37 juta pekerja di Amazon dan Whole Foods Market di seluruh AS.
Dikatakan pihaknya membandingkan tingkat kasus Covid-19 dengan populasi umum, seperti yang dilaporkan oleh Universitas Johns Hopkins untuk periode yang sama. (Baca juga: Jumlah Kematian Global akibat Virus Corona Sudah Lampaui 1 Juta Orang )
Berdasarkan analisis tersebut, jika tingkat di antara karyawan Amazon dan Whole Foods sama dengan populasi umum, diperkirakan akan terjadi 33.952 kasus di antara angkatan kerjanya. Itu 42% lebih tinggi dari rasio aktual Amazon seperti dikutip dari ABC News, Jumat (2/10/2020).
Tetapi raksasa ritel online itu, yang mengungkapkan data untuk pertama kalinya, mengatakan bahwa tingkat infeksi karyawannya jauh di bawah yang terlihat pada populasi umum Amerika Serikat (AS).
Amazon mengatakan dalam blog perusahaan bahwa mereka memeriksa data dari 1 Maret hingga 19 September pada 1,37 juta pekerja di Amazon dan Whole Foods Market di seluruh AS.
Dikatakan pihaknya membandingkan tingkat kasus Covid-19 dengan populasi umum, seperti yang dilaporkan oleh Universitas Johns Hopkins untuk periode yang sama. (Baca juga: Jumlah Kematian Global akibat Virus Corona Sudah Lampaui 1 Juta Orang )
Berdasarkan analisis tersebut, jika tingkat di antara karyawan Amazon dan Whole Foods sama dengan populasi umum, diperkirakan akan terjadi 33.952 kasus di antara angkatan kerjanya. Itu 42% lebih tinggi dari rasio aktual Amazon seperti dikutip dari ABC News, Jumat (2/10/2020).
Lihat Juga :