Perang Hari Ketiga, Armenia dan Azerbaijan Saling Kerahkan Artileri
Selasa, 29 September 2020 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Bentrokan antara pasukan Armenia dan Azerbaijan atas perebutan wilayah Nagorno-Karabakh, yang terbesar sejak 2016, telah menghidupkan kembali kekhawatiran atas stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, koridor pipa yang membawa minyak dan gas ke pasar dunia.
Kedua belah pihak saling menuduh menggunakan artileri berat dalam bentrokan awal pekan ini di mana puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Azerbaijan pada Minggu melaporkan tentang kematian lima anggota sebuah keluarga, sementara Armenia mengatakan pada Selasa bahwa seorang gadis berusia 9 tahun tewas dalam penembakan, sementara Ibu dan seorang saudara laki-lakinya terluka. (Baca juga: Turki Dituduh Kerahkan 4.000 Milisi Suriah ke Azerbaijan, Erdogan Menyangkal )
Lilit Makunts, seorang anggota parlemen dari aliansi My Step yang berkuasa di Armenia, menulis di halaman Facebook-nya bahwa Armenia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menyelesaikan aliansi militer-politik dengan Nagorno-Karabakh.
Setiap langkah untuk perang habis-habisan dapat menyeret kekuatan regional utama; Rusia dan Turki. Moskow memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, yang memberikan dukungan vital ke daerah kantong dan merupakan jalur kehidupannya bagi dunia luar, sementara Ankara mendukung kerabat etnis Turki sendiri di Azerbaijan.
Kedua belah pihak saling menuduh menggunakan artileri berat dalam bentrokan awal pekan ini di mana puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Azerbaijan pada Minggu melaporkan tentang kematian lima anggota sebuah keluarga, sementara Armenia mengatakan pada Selasa bahwa seorang gadis berusia 9 tahun tewas dalam penembakan, sementara Ibu dan seorang saudara laki-lakinya terluka. (Baca juga: Turki Dituduh Kerahkan 4.000 Milisi Suriah ke Azerbaijan, Erdogan Menyangkal )
Lilit Makunts, seorang anggota parlemen dari aliansi My Step yang berkuasa di Armenia, menulis di halaman Facebook-nya bahwa Armenia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menyelesaikan aliansi militer-politik dengan Nagorno-Karabakh.
Setiap langkah untuk perang habis-habisan dapat menyeret kekuatan regional utama; Rusia dan Turki. Moskow memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, yang memberikan dukungan vital ke daerah kantong dan merupakan jalur kehidupannya bagi dunia luar, sementara Ankara mendukung kerabat etnis Turki sendiri di Azerbaijan.
(min)
Lihat Juga :