Bungkam Soal Diktator Belarusia, Biden Caci Maki Trump
Sabtu, 26 September 2020 - 10:44 WIB
loading...
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto/FT
A
A
A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden mencaci Presiden Donald Trump karena tidak buka suara tentang penindasan aksi protes demokratis di Belarusia , negara yang katanya dijalankan oleh "diktator."
Lebih dari 12.000 orang telah ditangkap, dan ratusan lainnya masih di penjara, sejak Presiden Alexander Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang mutlak dari pemilihan presiden 9 Agustus lalu yang dikecam oleh kelompok oposisi di bekas negara Soviet sebagai kecurangan.
Dalam sebuah pernyataan, Biden berpihak pada ekspresi kebebasan damai para demonstran dan tuntutan untuk pemilihan baru.(Baca juga: Trump Sesumbar Bakal Teken Perintah Eksekutif Cegah Biden Ikut Pilpres )
Biden, mantan wakil presiden dan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang pernah terlibat bentrokan sengit dengan Rusia mengenai Eropa timur, juga mendesak pembebasan beberapa pemimpin oposisi yang disebutnya sebagai tahanan politik.
"Namun Presiden Trump menolak untuk berbicara menentang tindakan Lukashenka atau menawarkan dukungan pribadinya untuk gerakan pro-demokrasi," kata Biden, menggunakan ejaan alternatif nama politisi Belarusia itu seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (26/9/2020).
Lebih dari 12.000 orang telah ditangkap, dan ratusan lainnya masih di penjara, sejak Presiden Alexander Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang mutlak dari pemilihan presiden 9 Agustus lalu yang dikecam oleh kelompok oposisi di bekas negara Soviet sebagai kecurangan.
Dalam sebuah pernyataan, Biden berpihak pada ekspresi kebebasan damai para demonstran dan tuntutan untuk pemilihan baru.(Baca juga: Trump Sesumbar Bakal Teken Perintah Eksekutif Cegah Biden Ikut Pilpres )
Biden, mantan wakil presiden dan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang pernah terlibat bentrokan sengit dengan Rusia mengenai Eropa timur, juga mendesak pembebasan beberapa pemimpin oposisi yang disebutnya sebagai tahanan politik.
"Namun Presiden Trump menolak untuk berbicara menentang tindakan Lukashenka atau menawarkan dukungan pribadinya untuk gerakan pro-demokrasi," kata Biden, menggunakan ejaan alternatif nama politisi Belarusia itu seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (26/9/2020).
Lihat Juga :