Giliran Putin Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Jum'at, 25 September 2020 - 07:26 WIB
loading...
Giliran Putin Dinominasikan...
Presiden Rusia Vladimir Putin dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Foto/The Hill
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyusul koleganya dari Amerika Serikat (AS) Presiden Donald Trump sebagai nominator Hadiah Nobel Perdamaian . Putin dinominasikan oleh sekelompok penulis Rusia yang dipimpin oleh Sergey Komkov, seperti dilaporkan kantor berita Rusia Tass meskipun alasan pencalonan tersebut belum diberikan.

"Ini sebenarnya adalah nominasi keempat saya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Itu dikirim pada 9 September tahun ini, dan pada 10 September aplikasi ini diterima oleh Komite Nobel Perdamaian di Oslo, di markas besar Komite Nobel," kata Komkov dalam konferensi pers yang dikutip Newsweek dari RIA Novosti, Jumat (25/9/2020).

Ketika dimintai komentar, juru bicara Hadiah Nobel merujuk Newsweek pada statuta yang mengatakan bahwa tidak ada daftar publik yang dibuat dari para nominator dan tidak diungkapkan selama 50 tahun ke depan.

"Tak satu pun dari Komite Nobel mengumumkan nama-nama calon, baik kepada media maupun calon itu sendiri," kata situs web Hadiah Nobel.

Siapapun yang memenuhi kriteria Komite Nobel dapat mencalonkan para nominator dan ini termasuk anggota parlemen dimanapun di dunia, profesor dan kelompok akademis.

Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan Kremlin tidak mencalonkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

"Anda semua tahu bahwa orang yang sama sekali berbeda dinominasikan untuk penghargaan ini, ini adalah inisiatif dari mereka yang mengajukan nominasi," kata Peskov.

Pada 2013, Putin dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian oleh Deputi Parlemen Rusia Joseph Kobzon serta Akademi Internasional Persatuan Spiritual dan Kerja Sama Rakyat untuk partisipasi dalam menyelesaikan konflik Suriah dan mencoba menghentikan invasi militer AS ke Suriah, Meduza melaporkan.

Pekan lalu, kritikus Putin Alexei Navalny , yang sedang memulihkan diri di Berlin setelah diracun dalam serangan yang diyakini bermotif politik, juga dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian oleh sekelompok profesor universitas Rusia, menurut Sergei Erofeev, seorang Ilmuwan Rusia yang bekerja di Universitas Rutgers di New Jersey.

Muncul kontroversi awal bulan ini setelah Presiden Donald Trump dinominasikan dua kali untuk penghargaan tersebut. Pertama kali oleh politikus sayap kanan Norwegia Christian Tybring-Gjedde untuk pembicaraan damai antara Israel dan Uni Emirat Arab. Beberapa hari kemudian, Trump dinominasikan oleh anggota parlemen Swedia Magnus Jacobsson untuk terobosan dalam hubungan antara pemerintah Kosovo dan Serbia.(Baca juga: Bantu Normalisasi Hubungan Israel-UEA, Trump Dinominasikan untuk Nobel Perdamaian )Di antara pesaing untuk hadiah tahun ini adalah Organisasi Kesehatan Dunia serta Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern serta aktivis lingkungan Greta Thunberg. Komite Nobel mengatakan bahwa hadiah uang tahun ini telah meningkat menjadi USD 1,1 juta seperti dilaporkan Dagens Industri.(Baca juga: Nobel Perdamaian untuk Greta Thunberg? Mungkin Saja )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved