Para Pembangkang Arab Saudi Dirikan Partai Oposisi Melawan Raja Salman

Jum'at, 25 September 2020 - 00:29 WIB
loading...
Para Pembangkang Arab...
Partai Majelis Nasional (NAAS), partai oposisi Arab Saudi yang didirikan para pembangkang. Foto/Twitter @The_NAAS
A A A
RIYADH - Sekelompok pembangkang Arab Saudi , yang kebanyakan dari mereka berada di pengasingan, telah mengumumkan pembentukan sebuah partai oposisi untuk mendorong reformasi politik di negara tersebut. Partai oposisi ini dibentuk untuk melawan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan penguasa de facto Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) .

Deklarasi Partai Majelis Nasional (NAAS) menyerukan parlemen terpilih dan perlindungan konstitusional untuk memastikan pemisahanantara legislatif, yudikatif, dan eksekutif.

"Waktunya sangat penting...iklim penindasan semakin meningkat," kata anggota partai yang juga seorang akademisi, Madawi al Rasheed, kepada Reuters, yang dilansir Kamis (24/9/2020). (Baca: Saudi Dilaporkan Tangkap Pelantun Al-Qur'an Terkenal Sheikh Abdullah Basfar )

Dia mengatakan NAAS akan bekerja dengan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok hak asasi manusia (HAM), tanpa menimbulkan protes di kerajaan.

Anggota partai termasuk kepala kelompok HAM Saudi yang berbasis di Inggris ALQST; Yahya Assiri, putra pengkhotbah Salman al Awdah yang dipenjara; Abdullah al Awdah, sarjana terkemuka Saeed bin Nasser al Ghamdi dan aktivis Syiah Ahmed al Mshikhs.

Abdullah al Awdah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa NAAS bertujuan untuk menciptakan gerakan nasional dengan cara bekerja dengan semua orang dari dalam dan luar keluarga kerajaan. (Baca: Bos Mossad Sebut Arab Saudi Segera Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved