Perusahaan Terkait Intelijen China Kantongi Data 2.100 Warga Indonesia
Kamis, 24 September 2020 - 08:58 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
CANBERRA - Sebuah perusahaan China yang memiliki hubungan dengan jaringan militer dan intelijen Beijing telah mengumpulkan database informasi terperinci ribuan warga sejumlah negara, termasuk Indonesia .
Database 2,4 juta orang, termasuk data 2.100 warga Indonesia, telah dibocorkan dari perusahaan Shenzen Zhenhua Data yang diyakini digunakan oleh dinas intelijen China, Kementerian Keamanan Negara.
Basis data tersebut bocor ke tangan seorang akademisi Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Vietnam, Profesor Chris Balding, yang hingga tahun 2018 bekerja di Universitas Peking sebelum meninggalkan China dengan alasan khawatir akan keselamatannya.(Baca juga: Beijing: Tuduhan Perwira Polisi New York Agen Mata-mata China Murni Palsu )
"China benar-benar membangun pengawasan negara besar-besaran di dalam negeri maupun internasional," kata Balding.
"Mereka menggunakan berbagai macam alat - alat ini diambil terutama dari sumber publik, ada data non pubkli di sini, tetapi terutama diambil dari sumber publik," sambungnya.
Database 2,4 juta orang, termasuk data 2.100 warga Indonesia, telah dibocorkan dari perusahaan Shenzen Zhenhua Data yang diyakini digunakan oleh dinas intelijen China, Kementerian Keamanan Negara.
Basis data tersebut bocor ke tangan seorang akademisi Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Vietnam, Profesor Chris Balding, yang hingga tahun 2018 bekerja di Universitas Peking sebelum meninggalkan China dengan alasan khawatir akan keselamatannya.(Baca juga: Beijing: Tuduhan Perwira Polisi New York Agen Mata-mata China Murni Palsu )
"China benar-benar membangun pengawasan negara besar-besaran di dalam negeri maupun internasional," kata Balding.
"Mereka menggunakan berbagai macam alat - alat ini diambil terutama dari sumber publik, ada data non pubkli di sini, tetapi terutama diambil dari sumber publik," sambungnya.
Lihat Juga :