Dinilai Tidak Manusiawi, PBB Kritik Keras Sistem Migran UE

Rabu, 23 September 2020 - 19:46 WIB
loading...
Dinilai Tidak Manusiawi,...
PBB menyatakan, peristiwa baru-baru ini di Mediterania dan Yunani telah menunjukkan bahwa sistem Uni Eropa (UE) untuk pengungsi dan migran tidak dapat dijalankan. Foto/Ist
A A A
JENEWA - PBB menyatakan, peristiwa baru-baru ini di Mediterania dan Yunani telah menunjukkan bahwa sistem Uni Eropa (UE) untuk pengungsi dan migran tidak dapat dijalankan. PBB menyebut, justru ini seringkali membawa konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan UE untuk mengambil pendekatan yang benar-benar umum dan berprinsip untuk kebijakan migrasi dan suaka Eropa.

"Pendekatan saat ini di UE tidak bisa dijalankan, tidak bisa dipertahankan dan sering membawa konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan. Covid-19 juga sangat mempengaruhi kebijakan dan praktik, dan dampak sosial ekonomi yang merugikan tidak membuat siapapun terhindar," kata kedua badan PBB itu.

Kedua badan tersebut mengutip peristiwa baru-baru ini di seluruh Mediterania, termasuk penundaan pendaratan migran dan pengungsi yang diselamatkan di laut, dan meningkatnya laporan tentang penolakan. ( Baca juga: Pasca Covid-19, Uni Eropa Dibidik Jadi Tujuan Ekspor Produk UKM )

Mereka berbicara tentang kebakaran yang menghancurkan di Pusat Pendaftaran dan Identifikasi Moria (RIC) di pulau Lesbos, Yunani dan menyoroti kebutuhan mendesak untuk mereformasi manajemen migrasi, dan suaka UE.

Badan-badan PBB mengatakan, mereka berharap Pakta baru Komisi Eropa tentang Migrasi dan Suaka akan memberikan awal baru untuk beralih dari pendekatan yang didorong krisis ad hoc ke suaka dan migrasi di Eropa ke yang umum. ( Baca juga: AS Usir 8.800 Imigran Anak-anak di Bawah Aturan Virus Corona )

"Dengan relatif sedikit pendatang baru pengungsi dan migran ke Eropa, sekarang adalah waktu untuk tindakan bersama. Tidak adanya kesepakatan seluruh UE tentang pendaratan memperburuk penderitaan manusia." ungkapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (23/9/2020).
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Keajaiban Gempa Venezuela,...
Keajaiban Gempa Venezuela, Pria Ini Selamat Setelah Terkubur 8 Hari di Reruntuhan Gedung 9 Lantai
Rekomendasi
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Berita Terkini
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved