Pemerintah Trump Tawarkan Rp16,4 Juta kepada Imigran Gelap untuk Angkat Kaki dari AS

Selasa, 06 Mei 2025 - 10:05 WIB
loading...
Pemerintah Trump Tawarkan...
Pemerintah Presiden Donald Trump tawarkan Rp16,4 juta kepada imigran gelap untuk meninggalkan Amerika Serikat. Foto/Carolyn Van Houten/Washington Post
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengumumkan program baru yang menawarkan pembayaran masing-masing USD1.000 (Rp16,4 juta) kepada para imigran gelap untuk meninggalkan Amerika Serikat (AS).

Uang itu sebagai insentif bagi para imigran ilegal untuk kembali ke negara asal mereka secara sukarela.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menguraikan inisiatif tersebut pada hari Senin, menjanjikan bantuan keuangan dan perjalanan kepada para imigran gelap yang setuju untuk meninggalkan AS menggunakan aplikasi bernama CBP Home.

Itu adalah versi aplikasi yang dirancang dalam pemerintahan Joe Biden yang disebut CBPOne—yang memberi orang-orang yang mendekati perbatasan AS-Meksiko tanpa pengaturan resmi untuk meminta suaka di AS dan masuk secara legal ketika diberi janji temu.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Ditahan AS, Jadi Korban Kebijakan Imigrasi Trump

Donald Trump menutupnya setelah pelantikan, seperti yang dijanjikan, membuat banyak orang telantar, dan kemudian mengubah nama dan fungsinya sehingga CBP Home menjadi alat untuk keluar dari AS, bukan masuk.

DHS mengeklaim bahwa pembayaran USD1.000 akan dikeluarkan hanya setelah orang tersebut kembali ke negara asal mereka dan telah dikonfirmasi melalui aplikasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved