3 Kapal Perang AS Masuk Laut Barents Rusia, Pertama sejak Perang Dingin

Selasa, 05 Mei 2020 - 07:25 WIB
loading...
3 Kapal Perang AS Masuk...
Kapal perang Amerika Serikat, USS Donald Cook. Foto/REUTERS/US Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Mat Murch
A A A
MOSKOW - Tiga kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar memasuki Laut Barents di lepas pantai Arktik Rusia, Senin. Ini merupakan yang pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an atau puncak Perang Dingin.

"Tujuan operasi itu adalah untuk menegaskan kebebasan navigasi dan menunjukkan integrasi tanpa batas di antara sekutu (NATO)," kata Angkatan Laut AS Eropa dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN, Selasa (5/5/2020).

Ketiga kapal perang Amerika itu adalah kapal perusak USS Donald Cook, kapal perusak USS Porter dan kapal perusak USS Roosevelt. Mereka bergabung dengan fregat Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Kent.

Laut Barents adalah bagian dari Samudra Arktik dan berbatasan dengan Norwegia dan Rusia utara. Pelabuhan Murmansk Rusia, yang menampung Armada Utara Angkatan Laut Rusia, terletak di kawasan laut tersebut.

Angkatan Laut AS mengaku telah memberi tahu Moskow tentang operasi tersebut pada Jumat pekan lalu. "Untuk menghindari kesalahan persepsi, mengurangi risiko, dan mencegah eskalasi yang tidak disengaja," lanjut Angkatan Luat AS Eropa.

Para pejabat AS secara konsisten mengatakan bahwa Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara atau Arktik dalam beberapa tahun terakhir.

"Rusia secara bertahap memperkuat kehadirannya dengan menciptakan unit-unit Arktik baru, merenovasi lapangan terbang dan infrastruktur lama di Kutub Utara, dan membangun pangkalan militer baru di sepanjang garis pantai Kutub Utara," kata Pentagon dalam laporannya tentang Arktik 2019 lalu.

"Ada juga upaya bersama untuk membangun jaringan pertahanan udara dan sistem rudal pantai, radar peringatan dini, pusat penyelamatan, dan berbagai sensor," imbuh lapiran Pentagon.

Akhir bulan lalu, jet tempur NATO mencegat pesawat militer Rusia di daerah itu pada dua kesempatan.

NATO, dalam sebuah pernyataan mengatakan pada Selasa pekan lalu sebuah pesawat peringatan dini serta dua pesawat pembom jarak jauh Tu-22 Rusia dengan pengawalan jet-jet tempur mendekati wilayah udara NATO di lepas pantai Norwegia dan diintersepsi atau cegat oleh jet tempur Norwegia.

Pada hari berikutnya, jet tempur F-16 dan F-35 Norwegia sekali lagi mencegat pesawat-pesawat Rusia, setelah mendekati wilayah udara NATO dekat Norwegia.

Armada Ke-6 Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa pengerahan tiga kapal perang ke lepas pantai Rusia di Laut Barents ini merupakan yang pertama kali sejak tiga dekade silam."Kapal-kapal Angkatan Laut AS belum beroperasi di (Laut) Barents sejak pertengahan 1980-an," bunyi pernyataan armada tersebut.

"Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini, adalah lebih penting dari sebelumnya bahwa kami mempertahankan operasi drum kami yang terus-menerus di seluruh teater Eropa, sambil mengambil langkah-langkah bijaksana untuk melindungi kesehatan pasukan kami," kata komandan Armada Ke-6 Angkatan Laut AS, Wakil Laksamana Muda Lisa Franchetti.

Sementara itu, militer Rusia mengaku siaga untuk melacak kapal-kapal NATO di lepas pantai mereka. "Aset Armada Utara telah mulai melacak kelompok aksi (kapal) permukaan NATO," kata Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip Interfax.

Pusat manajemen itu mengatakan beberapa kapal perang NATO memasuki Laut Barents pada pukul 07.00 pagi waktu Moskow, kemarin.

Rusia dan anggota NATO, Norwegia, telah meningkatkan kehadiran militer mereka di wilayah tersebut setelah Moskow menganeksasi Crimea yang melepaskan diri dari Ukraina pada 2014.

Namun, operasi Armada Ke-6 Angkatan Laut AS di Laut Barents kali ini tidak melibatkan Norwegia. Hal itu diduga sebagai upaya untuk menghindari meningkatnya ketegangan Oslo dengan Moskow.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved