Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Mesir tersebut muncul setelah lembaga penyiaran publik Israel melaporkan pada hari Kamis bahwa sekitar 30 perwira Maroko telah melakukan kunjungan lapangan ke Gaza sebagai bagian dari persiapan partisipasi Maroko dalam pasukan stabilisasi internasional yang diusulkan.
Maroko mengumumkan pada tanggal 15 Juli bahwa mereka telah menandatangani perjanjian untuk berpartisipasi dalam misi tersebut, termasuk penempatan perwira ke komando gabungan, personel polisi dan gendarmerie, dan pendirian rumah sakit militer lapangan di Gaza.
Menurut laporan tersebut, Dewan Keamanan PBB mengesahkan pembentukan pasukan internasional sementara untuk Gaza pada November 2025 berdasarkan Resolusi 2803, yang mendukung rencana gencatan senjata dan pemerintahan transisi pemerintahan Trump untuk wilayah tersebut.
Lembaga penyiaran publik Israel juga melaporkan, hingga hari Kamis, pemerintah Israel belum memberikan persetujuan akhir untuk penempatan pasukan tersebut, sementara pengaturan bagi komite Palestina untuk mengambil alih tanggung jawab pengelolaan Gaza masih belum terselesaikan.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berulang kali diuji oleh permusuhan yang sedang berlangsung.
Maroko mengumumkan pada tanggal 15 Juli bahwa mereka telah menandatangani perjanjian untuk berpartisipasi dalam misi tersebut, termasuk penempatan perwira ke komando gabungan, personel polisi dan gendarmerie, dan pendirian rumah sakit militer lapangan di Gaza.
Menurut laporan tersebut, Dewan Keamanan PBB mengesahkan pembentukan pasukan internasional sementara untuk Gaza pada November 2025 berdasarkan Resolusi 2803, yang mendukung rencana gencatan senjata dan pemerintahan transisi pemerintahan Trump untuk wilayah tersebut.
Lembaga penyiaran publik Israel juga melaporkan, hingga hari Kamis, pemerintah Israel belum memberikan persetujuan akhir untuk penempatan pasukan tersebut, sementara pengaturan bagi komite Palestina untuk mengambil alih tanggung jawab pengelolaan Gaza masih belum terselesaikan.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berulang kali diuji oleh permusuhan yang sedang berlangsung.
Lihat Juga :