AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jum'at, 24 Juli 2026 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Apa yang Dikatakan Para Pemimpin di Kedua Pihak?
Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorikanya terhadap Teheran. Ia mengatakan kepada situs berita AS Axios bahwa ia mungkin akan melancarkan serangan terbesar terhadap Iran hingga saat ini, setelah Teheran melakukan gelombang serangan balasan lainnya terhadap sekutu AS di Teluk, termasuk menyerang menara telekomunikasi di Kuwait.
Trump mengatakan dia "sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran" yang akan "lebih besar dari sebelumnya".
"Saya hampir mengambil keputusan. Kita semua sudah siap," kata Trump.
Secara terpisah, Trump mengancam, di platform Truth Social miliknya, jika Iran menyerang kapal, AS akan menggunakan aset Teheran yang dibekukan untuk membayar perbaikan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan pada hari Jumat bahwa penggunaan aset negara yang dibekukan untuk membayar klaim di masa depan akan menciptakan preseden global yang berbahaya.
"Menyita aset negara lain untuk membayar klaim di masa depan yang tidak terkait adalah preseden yang menghasut," tulis Araghchi di X.
Dia memperingatkan, "Mereka yang merayakan atau mengambil keuntungan dari dana tersebut harus ingat: begitu pemerintah menormalisasi penyitaan, aset siapa pun tidak aman. Kekacauan yang terjadi tidak akan menyenangkan atau damai."
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
(sya)
Lihat Juga :