Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:46 WIB
loading...
Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani. Dia gencar mengkritik PM Israel Benjamin Netanyahu atas perang brutal di Gaza. Foto/nyc.gov
A
A
A
WASHINGTON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Randy Fine, memicu badai kontroversi setelah blakblakan menyebut Wali Kota New York City Zohran Mamdani sebagai "teroris Muslim". Komentar politisi Partai Republik itu sebagai respons atas kritik wali kota terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan Fine muncul setelah Mamdani mem-posting kalimat: "Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang".
Baca Juga: Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Dalam konfrontasi panas di depan kamera dengan TMZ, Fine melontarkan pesan kepada Mamdani: "Anda adalah teroris Muslim."
"Mamdani tidak pantas berada di dekat peringatan 25 tahun 9/11 yang akan datang, lebih berpihak pada teroris yang menyerang kita daripada berpihak pada warga Amerika yang mereka bunuh," papar Fine.
Anggota Kongres tersebut dikenal memiliki sejarah retorika yang provokatif terhadap tokoh-tokoh Muslim.
Pernyataan sebelumnya termasuk menyebut Mamdani "tidak lebih dari seorang teroris Muslim" pada Oktober 2025 setelah pernyataan wali kota pada peringatan serangan 7 Oktober di Israel. Dia kemudian menganjurkan pencabutan kewarganegaraan Mamdani dan deportasinya Uganda, yang dia sebut "lubang kotoran tempat asalnya".
Fine juga menyebut anggota DPR Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai "teroris Muslim".
Mamdani, lahir di Uganda dari orang tua India dan dinaturalisasi sebagai warga negara AS pada tahun 2018. Dia menjadi wali kota Muslim dan Asia Selatan pertama di New York City pada Januari 2026 setelah kemenangan telak sebagai seorang sosialis Demokrat.
Pemerintahannya telah memprioritaskan langkah-langkah keterjangkauan seperti pembekuan sewa, bus gratis, dan perawatan anak universal.
Para kritikus, termasuk kelompok advokasi Muslim seperti CAIR, telah mengecam komentar Fine sebagai Islamofobia, xenofobia, dan rasis.
Mamdani, dalam wawancara sebelumnya dengan The New York Times, mengatakan Netanyahu harus menghadapi proses hukum di Den Haag, merujuk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadap Netanyahu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Mamdani pernah berjanji saat kampanye pemilihan wali kota bahwa dia akan menangkap Netanyahu jika berkunjung ke New York. Namun, dia kemudian mengklarifikasi bahwa New York City tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC. Dia mengatakan tanggung jawab atas tindakan semacam itu berada di tangan pemerintah federal AS.
Kemudian dalam wawancara terbaru dengan Rolling Stone, Mamdani mengatakan dia dan istrinya telah menerima ancaman pembunuhan setelah mengkritik keras Israel dan Netanyahu dalam perang brutal Zionis di Gaza.
“Sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman kematian, tetapi ketika Anda siap untuk membela semua orang, ada konsekuensinya," katanya.
Dia mengaku telah menerima ancaman serupa saat menjabat sebagai anggota Legislatif Negara Bagian New York, dengan alasan kritiknya terhadap bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel dan penentangannya terhadap pembunuhan warga sipil Palestina.
Mamdani mengatakan ancaman tersebut dimulai sebelum dia menjadi wali kota dan berlanjut setelah menjabat. Dia juga mengatakan istrinya telah menghadapi kritik dan ancaman karena pandangannya tentang Israel dan Gaza.
Pernyataan Fine muncul setelah Mamdani mem-posting kalimat: "Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang".
Baca Juga: Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Dalam konfrontasi panas di depan kamera dengan TMZ, Fine melontarkan pesan kepada Mamdani: "Anda adalah teroris Muslim."
"Mamdani tidak pantas berada di dekat peringatan 25 tahun 9/11 yang akan datang, lebih berpihak pada teroris yang menyerang kita daripada berpihak pada warga Amerika yang mereka bunuh," papar Fine.
Anggota Kongres tersebut dikenal memiliki sejarah retorika yang provokatif terhadap tokoh-tokoh Muslim.
Pernyataan sebelumnya termasuk menyebut Mamdani "tidak lebih dari seorang teroris Muslim" pada Oktober 2025 setelah pernyataan wali kota pada peringatan serangan 7 Oktober di Israel. Dia kemudian menganjurkan pencabutan kewarganegaraan Mamdani dan deportasinya Uganda, yang dia sebut "lubang kotoran tempat asalnya".
Fine juga menyebut anggota DPR Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai "teroris Muslim".
Mamdani, lahir di Uganda dari orang tua India dan dinaturalisasi sebagai warga negara AS pada tahun 2018. Dia menjadi wali kota Muslim dan Asia Selatan pertama di New York City pada Januari 2026 setelah kemenangan telak sebagai seorang sosialis Demokrat.
Pemerintahannya telah memprioritaskan langkah-langkah keterjangkauan seperti pembekuan sewa, bus gratis, dan perawatan anak universal.
Para kritikus, termasuk kelompok advokasi Muslim seperti CAIR, telah mengecam komentar Fine sebagai Islamofobia, xenofobia, dan rasis.
Mamdani, dalam wawancara sebelumnya dengan The New York Times, mengatakan Netanyahu harus menghadapi proses hukum di Den Haag, merujuk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadap Netanyahu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Mamdani pernah berjanji saat kampanye pemilihan wali kota bahwa dia akan menangkap Netanyahu jika berkunjung ke New York. Namun, dia kemudian mengklarifikasi bahwa New York City tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC. Dia mengatakan tanggung jawab atas tindakan semacam itu berada di tangan pemerintah federal AS.
Kemudian dalam wawancara terbaru dengan Rolling Stone, Mamdani mengatakan dia dan istrinya telah menerima ancaman pembunuhan setelah mengkritik keras Israel dan Netanyahu dalam perang brutal Zionis di Gaza.
“Sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman kematian, tetapi ketika Anda siap untuk membela semua orang, ada konsekuensinya," katanya.
Dia mengaku telah menerima ancaman serupa saat menjabat sebagai anggota Legislatif Negara Bagian New York, dengan alasan kritiknya terhadap bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel dan penentangannya terhadap pembunuhan warga sipil Palestina.
Mamdani mengatakan ancaman tersebut dimulai sebelum dia menjadi wali kota dan berlanjut setelah menjabat. Dia juga mengatakan istrinya telah menghadapi kritik dan ancaman karena pandangannya tentang Israel dan Gaza.
(mas)
Lihat Juga :