Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:02 WIB
loading...
A A A
Dikenal secara resmi sebagai Gerakan Ansar Allah, kelompok Houthi Yaman telah melawan pemerintah Yaman yang diakui dunia internasional. Kelompok tersebut juga melawan koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah selama lebih dari satu dekade.

Houthi memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli. Hal itu menyusul beberapa kekerasan terburuk yang pernah terjadi di Yaman selama empat tahun terakhir, setelah pemerintah Yaman mengebom bandara Sanaa yang dikuasai Houthi untuk menghentikan pesawat Iran mendarat.

Kelompok Houthi mengatakan deklarasi embargo maritim terhadap Arab Saudi didasarkan pada prinsip "mata ganti mata" dan menegaskan hak rakyat kami yang hebat untuk membalas blokade dengan blokade.

Kelompok tersebut, yang merebut Sanaa pada tahun 2014, menuduh para pemimpin Saudi memberlakukan “pengepungan yang tidak adil dan menindas” selama hampir 12 tahun. “Menjarah sumber daya kami dan memberlakukan blokade komprehensif terhadap pelabuhan dan bandara kami melalui darat, laut, dan udara," katanya.

“Saudi merasa bahwa mereka dapat memicu pemberontakan rakyat terhadap Houthi menggunakan metode pencekikan ekonomi ini,” kata Hussain al-Bukhaiti, seorang jurnalis yang berbasis di Sanaa kepada Al Jazeera.

Riyadh telah menolak klaim bahwa mereka memberlakukan pengepungan terhadap rakyat Yaman, dan para kritikus kelompok tersebut menunjukkan bahwa mereka telah menolak proposal dari Yordania untuk melanjutkan penerbangan antara Amman dan Sanaa.

“Tujuan utama blokade Angkatan Laut Ansar Allah terhadap Saudi adalah untuk memaksa Riyadh untuk mencabut embargo terhadap pelabuhan dan bandara yang dikendalikan oleh Houthi,” kata al-Bukhaiti.

Di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz akibat perang AS-Israel melawan Iran, Arab Saudi telah berupaya memfasilitasi aliran minyak melalui jalur alternatif melalui Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. Namun jalur tersebut kini terancam oleh Houthi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved