Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Kamis, 23 Juli 2026 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Houthi mengganggu perdagangan global ketika mereka mulai menyerang kapal-kapal di sekitar Bab al-Mandeb setelah diluncurkannya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023. Serangan tersebut berakhir dengan pengumuman "gencatan senjata" di Gaza pada Oktober 2025.
“Orang-orang yang mempertanyakan apakah Houthi dapat berhasil melakukan blokade terhadap Saudi harus ingat betapa suksesnya Houthi menutup akses ke Laut Merah untuk pelabuhan Israel, yang pada kenyataannya mengakibatkan penutupan pelabuhan Eilat di Israel selatan,” kata al-Bukhaiti.
“Pada akhirnya Amerika harus melakukan kesepakatan dengan Houthi, dengan mediasi dari Oman," imbuh dia, merujuk pada perjanjian Mei 2025.
Jalur sempit Bab al-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, termasuk untuk ekspor minyak.
Antara Yaman di timur laut dan Djibouti serta Eritrea di Tanduk Afrika di barat daya, selat ini hanya selebar 29 km (18 mil) pada titik tersempitnya, membatasi lalu lintas hanya pada dua jalur untuk kapal yang masuk dan keluar menggunakan Terusan Suez.
Pada tahun 2024, sekitar 4,1 miliar barel minyak mentah dan produk minyak bumi olahan melewati selat tersebut atau sekitar 5 persen dari total global.
Dengan Selat Hormuz yang secara efektif tertutup sejak Israel dan AS melancarkan perang mereka terhadap Iran pada akhir Februari, penutupan Bab al-Mandeb juga dapat memblokir 25 persen pasokan minyak dan gas dunia.
“Orang-orang yang mempertanyakan apakah Houthi dapat berhasil melakukan blokade terhadap Saudi harus ingat betapa suksesnya Houthi menutup akses ke Laut Merah untuk pelabuhan Israel, yang pada kenyataannya mengakibatkan penutupan pelabuhan Eilat di Israel selatan,” kata al-Bukhaiti.
“Pada akhirnya Amerika harus melakukan kesepakatan dengan Houthi, dengan mediasi dari Oman," imbuh dia, merujuk pada perjanjian Mei 2025.
Jalur sempit Bab al-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, termasuk untuk ekspor minyak.
Antara Yaman di timur laut dan Djibouti serta Eritrea di Tanduk Afrika di barat daya, selat ini hanya selebar 29 km (18 mil) pada titik tersempitnya, membatasi lalu lintas hanya pada dua jalur untuk kapal yang masuk dan keluar menggunakan Terusan Suez.
Pada tahun 2024, sekitar 4,1 miliar barel minyak mentah dan produk minyak bumi olahan melewati selat tersebut atau sekitar 5 persen dari total global.
Dengan Selat Hormuz yang secara efektif tertutup sejak Israel dan AS melancarkan perang mereka terhadap Iran pada akhir Februari, penutupan Bab al-Mandeb juga dapat memblokir 25 persen pasokan minyak dan gas dunia.
(mas)
Lihat Juga :