Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Iran dan AS menyepakati gencatan senjata pada bulan April, tetapi permusuhan kembali terjadi pekan lalu ketika kedua negara memperebutkan kendali atas jalur air vital Selat Hormuz.

Centcom mengatakan pasukan AS telah menargetkan pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer.

Mereka juga menuduh Iran menyerang "lebih dari 30 kapal komersial" yang melewati Selat Hormuz selama tiga bulan terakhir.

"Serangan yang tidak beralasan tersebut telah membahayakan ratusan pelaut yang tidak bersalah dan merusak kebebasan navigasi," katanya, menambahkan bahwa jalur air tersebut tetap "terbuka untuk transit kapal komersial".

Tentara Kuwait mengatakan pada Rabu pagi bahwa pertahanan udaranya sedang menghadapi serangan drone dari Iran, sementara Bahrain dan Yordania mengatakan mereka juga telah mencegat serangan drone dan rudal.

Sebelumnya, presiden AS mengatakan target militer berikutnya bisa jadi kompleks yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe, situs nuklir bawah tanah tempat Iran diduga membangun fasilitas pengayaan uranium yang tidak diumumkan.

"Kita akan segera menyerang daerah itu, dan dengan sangat hebat," kata Trump, berbicara kepada wartawan selama pertemuan di Gedung Putih dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Ia menambahkan bahwa ia biasanya tidak akan mengumumkan target, tetapi "tidak ada yang bisa mereka lakukan".

Komando militer Iran Khatam Al-Anbiya mengatakan akan menganggap serangan tersebut "sebagai perluasan perang di kawasan itu", mengancam serangan terhadap "semua kepentingan Amerika, sekutu, dan pendukungnya", seperti yang dilaporkan oleh stasiun penyiaran milik negara IRIB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved