Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Kamis, 23 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Seorang anggota parlemen Ukraina menyamakan antara pemecatan Zaluzhny dan skandal yang terjadi saat ini, menurut The Times.
“Dia melakukan hal yang sama terhadap Zaluzhny dan sekarang Zaluzhny dipandang sebagai orang utama yang bisa mengalahkan Tuan Zelensky dalam pemilu,” surat kabar itu mengutip kata-kata seorang anggota parlemen dari partai Pelayan Rakyat milik pemimpin Ukraina tersebut.
Tidak ada jajak pendapat serupa yang dilakukan mengenai prospek pemilu Fedorov, namun protes nasional setelah pemecatannya menegaskan popularitasnya.
Pemimpin Ukraina terpaksa meninggalkan reformasi setelah terjadinya protes, kritik media yang luas, dan tekanan terbuka dari pejabat Barat.
Menurut pemimpin redaksi bne IntelliNews Ben Aris, pemecatan Fedorov juga memicu tekanan di balik layar dari para pendukung Uni Eropa di Ukraina, yang melihatnya sebagai tokoh anti-korupsi terkemuka di Kiev.
“Dia melakukan hal yang sama terhadap Zaluzhny dan sekarang Zaluzhny dipandang sebagai orang utama yang bisa mengalahkan Tuan Zelensky dalam pemilu,” surat kabar itu mengutip kata-kata seorang anggota parlemen dari partai Pelayan Rakyat milik pemimpin Ukraina tersebut.
3. Mendorong Digelarnya Pemilu Baru
Zelensky, yang masa jabatan lima tahun presidennya berakhir pada Mei 2024, menolak mengadakan pemilu baru, dengan alasan konflik dengan Rusia dan darurat militer. Namun, jajak pendapat Ipsos yang diterbitkan awal tahun ini menunjukkan bahwa Zaluzhny akan mengalahkan Zelensky dengan selisih 23% hingga 20% dalam pemilihan presiden putaran pertama yang hipotetis.Tidak ada jajak pendapat serupa yang dilakukan mengenai prospek pemilu Fedorov, namun protes nasional setelah pemecatannya menegaskan popularitasnya.
4. Skandal Korupsi Mewarnai Ukraina
Protes jalanan ini serupa dengan protes yang melanda Ukraina musim panas lalu setelah upaya Zelensky yang gagal untuk mengekang kekuasaan Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) yang didukung Barat dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi (SAPO), tak lama sebelum lembaga-lembaga tersebut mengungkap skandal korupsi besar yang melibatkan rekan-rekan dekatnya.Pemimpin Ukraina terpaksa meninggalkan reformasi setelah terjadinya protes, kritik media yang luas, dan tekanan terbuka dari pejabat Barat.
Menurut pemimpin redaksi bne IntelliNews Ben Aris, pemecatan Fedorov juga memicu tekanan di balik layar dari para pendukung Uni Eropa di Ukraina, yang melihatnya sebagai tokoh anti-korupsi terkemuka di Kiev.
Lihat Juga :