AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Selasa, 21 Juli 2026 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada malam tanggal 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada tanggal 28 Februari.
Namun, mulai tanggal 8 Juli, militer AS melakukan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim serangan-serangan ini diduga sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melewati Selat Hormuz.
Militer Iran menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington melanggar memorandum tentang penghentian permusuhan.
Pada tanggal 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku.
Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Namun, mulai tanggal 8 Juli, militer AS melakukan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim serangan-serangan ini diduga sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melewati Selat Hormuz.
Militer Iran menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington melanggar memorandum tentang penghentian permusuhan.
Pada tanggal 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku.
Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
(sya)
Lihat Juga :