Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Selasa, 21 Juli 2026 - 19:01 WIB
loading...
Sistem rudal HIMARS AS menjadi target serangan Iran. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Militer Iran mengatakan pada Selasa pagi (21/7/2026) bahwa mereka menargetkan sistem rudal HIMARS Amerika Serikat di Kuwait. Langkah itu sebagai tanggapan atas serangan pasukan Amerika terhadap Iran.
Militer mengatakan Angkatan Daratnya menargetkan sistem HIMARS dengan rudal permukaan-ke-permukaan selama fase ke-18 Operasi Saegheh.
Dikatakan bahwa penargetan sistem tersebut akan menurunkan kemampuan ofensif dan defensif "musuh" dan mengurangi kapasitas serangan rudalnya.
Sebelumnya, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Kuwait, sementara militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya menanggapi serangan rudal dan drone Iran yang "bermusuhan".
Militer AS meluncurkan serangan baru terhadap Iran pada Senin malam.
Ledakan dilaporkan terjadi di seluruh Iran selatan dan tenggara, sementara pertahanan udara diaktifkan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, menurut media Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan operasi tersebut dimaksudkan untuk lebih menurunkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.
Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer mengatakan Angkatan Daratnya menargetkan sistem HIMARS dengan rudal permukaan-ke-permukaan selama fase ke-18 Operasi Saegheh.
Dikatakan bahwa penargetan sistem tersebut akan menurunkan kemampuan ofensif dan defensif "musuh" dan mengurangi kapasitas serangan rudalnya.
Sebelumnya, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Kuwait, sementara militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya menanggapi serangan rudal dan drone Iran yang "bermusuhan".
Militer AS meluncurkan serangan baru terhadap Iran pada Senin malam.
Ledakan dilaporkan terjadi di seluruh Iran selatan dan tenggara, sementara pertahanan udara diaktifkan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, menurut media Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan operasi tersebut dimaksudkan untuk lebih menurunkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.
Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
(sya)
Lihat Juga :