Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:42 WIB
loading...
A A A
Di tempat kedua dan ketiga adalah Inggris dan Swiss, masing-masing menyumbang 13,6 persen. Inggris, di mana permintaan pencarian meningkat sebesar 38 persen, serta Uni Emirat Arab dan India (masing-masing naik 24 persen), telah menjadi jauh lebih menarik. Australia juga mencatat peningkatan sepuluh persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

4. Keamanan versus Dinamisme

Kekuatan Jerman, sebaliknya, terutama terletak pada bidang-bidang yang seringkali kurang menentukan bagi spesialis internasional yang sangat dicari, karena lebih mengutamakan keamanan dan keandalan daripada peluang pengembangan profesional. Sekitar 60 persen responden menyebut lingkungan sosial sebagai keunggulan terbesar Jerman, diikuti oleh perlindungan kerja dengan 47 persen dan sistem kesejahteraan dengan hampir 35 persen.

Menurut Kantor Statistik Federal (Destatis), sekitar 97.000 lebih banyak warga Jerman yang beremigrasi daripada yang kembali tahun lalu. Itu adalah kerugian bersih tertinggi sejak 2017.

Gambaran tersebut sangat berbeda untuk orang-orang tanpa paspor Jerman: di sini Jerman mencatat imigrasi bersih lebih dari 200.000 orang.

Dan dalam beberapa tahun terakhir, bukan hanya pengungsi yang datang ke Jerman: juga terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah profesional berkualifikasi tinggi dari negara ketiga seperti India. Banyak dari mereka bekerja di sektor TI, misalnya dalam pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, dan digitalisasi, tetapi juga dalam peran teknik dan penelitian.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved