Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:48 WIB
loading...
A A A
Pejabat anti-korupsi menempatkan Ma di bawah penyelidikan pada bulan April. Pihak berwenang menemukan bahwa dia telah “melanggar disiplin politik secara serius” dan diduga melakukan tindakan penyuapan dan “korupsi keluarga skala besar".

Ma (66) dituduh menerima uang dan hadiah secara tidak pantas, membantu kerabat membeli rumah dengan harga diskon, serta terlibat dalam "transaksi seks-kekuasaan dan seks-uang. Demikian disampaikan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin, lembaga pengawas antikorupsi China.

Dia juga dinyatakan telah menerima sejumlah besar uang dan harta benda secara ilegal melalui kerabat dan rekan-rekannya, imbuh komisi tersebut, tanpa menyebutkan detail spesifik.

Pernyataan komisi itu menggambarkan kasus tersebut sebagai "sangat serius" dan mengatakan bahwa Ma telah dikeluarkan dari Partai Komunis China dan dicopot dari jabatan publik.

Pihak berwenang telah menyita apa yang mereka sebut sebagai keuntungan haramnya. Kasus pidananya kini berada di tangan jaksa.

Ma pertama kali dikenal di sektor kedirgantaraan yang didominasi negara, di mana dia naik pangkat menjadi eksekutif senior di China Aerospace Science and Technology Corporation, produsen rudal dan pesawat ruang angkasa negara tersebut.

Pernah dipuji sebagai "marsekal muda industri kedirgantaraan" oleh People's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis China, Ma dipuji karena membantu membangun dan meluncurkan satelit oseanografi pertama China. Dia juga mengawasi peluncuran puluhan satelit ruang angkasa dan beberapa misi luar angkasa berawak paling ambisius China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
AS Terus Gempur Iran,...
AS Terus Gempur Iran, Serangan Meluas Tak Hanya di Pesisir Selat Hormuz
Rekomendasi
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved