Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:13 WIB
loading...
A A A

Pelabuhan Iran Juga Menjadi Target


Pola serupa terlihat dalam kebijakan terhadap Iran. Washington memperketat sanksi terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan meningkatkan tekanan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut minyak maupun barang strategis dari negara tersebut.

Perusahaan logistik internasional, operator pelabuhan, hingga lembaga keuangan yang memfasilitasi perdagangan Iran menghadapi risiko sanksi sekunder apabila tetap bekerja sama dengan Teheran.

Dampaknya adalah menurunnya akses Iran terhadap jaringan perdagangan global. Meskipun tidak berupa blokade fisik penuh seperti dalam peperangan konvensional, hasil akhirnya tetap serupa, yaitu mempersempit kemampuan Iran memanfaatkan jalur laut untuk aktivitas ekonomi.

Dalam konteks inilah sejumlah pengamat melihat adanya kemiripan metode antara strategi tekanan maritim Washington dengan konsep blokade yang sebelumnya dilakukan kelompok Houthi.

Perbedaannya terletak pada instrumen yang digunakan. Houthi memakai ancaman rudal dan drone, sedangkan Amerika Serikat mengandalkan dominasi angkatan laut, kekuatan finansial, serta sistem sanksi global.

Ide Tarif Selat Hormuz Memiliki Kemiripan dengan Gagasan Iran


Kesamaan lain yang menjadi perhatian adalah munculnya gagasan Trump mengenai pungutan atau tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan sempit yang berada di antara Iran dan Oman tersebut.

Selama bertahun-tahun, para pejabat Iran beberapa kali mengemukakan bahwa jika negara itu terus menjadi sasaran sanksi dan tekanan ekonomi, maka Teheran memiliki berbagai opsi untuk meningkatkan biaya yang harus ditanggung negara-negara lain dalam menggunakan Selat Hormuz.

Gagasan tersebut mencakup kemungkinan mengenakan biaya tambahan terhadap kapal tertentu ataupun membatasi lalu lintas pelayaran sebagai bentuk tekanan politik.

Selama ini Amerika Serikat selalu mengecam ancaman tersebut. Washington menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang harus tetap terbuka bagi semua negara sesuai hukum laut internasional.

Namun belakangan muncul wacana dari Trump mengenai penerapan tarif atau pungutan terhadap penggunaan jalur strategis sebagai bagian dari strategi perdagangan dan tekanan ekonomi.

Walaupun konteks dan mekanisme yang diusulkan berbeda, gagasan tersebut dinilai memiliki kemiripan mendasar dengan ide yang sebelumnya pernah disampaikan Iran, yaitu menjadikan jalur pelayaran internasional sebagai instrumen untuk memperoleh keuntungan ekonomi sekaligus memberikan tekanan politik.

Perbedaan Cara, Tujuan Serupa


Tentu saja terdapat perbedaan penting antara pendekatan Trump dengan tindakan Houthi maupun Iran.

Houthi menggunakan kekuatan bersenjata untuk menghalangi pelayaran, sementara Iran lebih banyak menjadikan ancaman terhadap Selat Hormuz sebagai alat tawar diplomatik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Pastikan MPLS 2026 Aman...
Pastikan MPLS 2026 Aman untuk Murid Baru, Wamendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved