Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Selasa, 14 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Jadwal produksi saat ini hanya menyediakan pengiriman bulanan terbatas untuk rudal Tomahawk dan Patriot, sementara tidak ada pengiriman THAAD yang diharapkan pada tahun 2026.
Membangun kembali persediaan rudal yang paling menipis diperkirakan akan memakan waktu setidaknya tiga tahun, dengan beberapa perkiraan menempatkan periode pemulihan hingga lima tahun, demikian perkiraan laporan tersebut.
IRGC mengumumkan akan melakukan penghancuran terhadap beberapa target militer AS utama di Kuwait, Bahrain, dan Oman sebagai pembalasan lanjutan.
Laporan tersebut menyatakan bahwa penipisan persediaan rudal utama juga dapat memengaruhi rencana militer AS untuk potensi konflik dengan Tiongkok, di mana sejumlah besar rudal presisi akan dibutuhkan.
Kekhawatiran yang sama berlaku untuk Korea Utara, di mana rencana perang AS menyerukan cadangan rudal yang signifikan untuk menyerang pasukan Pyongyang, menurut laporan tersebut.
Kongres belum menyetujui pendanaan darurat untuk mengganti rudal yang habis selama konflik, sehingga pengisian kembali bergantung pada proses pengadaan masa damai yang normal.
Membangun kembali persediaan rudal yang paling menipis diperkirakan akan memakan waktu setidaknya tiga tahun, dengan beberapa perkiraan menempatkan periode pemulihan hingga lima tahun, demikian perkiraan laporan tersebut.
IRGC mengumumkan akan melakukan penghancuran terhadap beberapa target militer AS utama di Kuwait, Bahrain, dan Oman sebagai pembalasan lanjutan.
Laporan tersebut menyatakan bahwa penipisan persediaan rudal utama juga dapat memengaruhi rencana militer AS untuk potensi konflik dengan Tiongkok, di mana sejumlah besar rudal presisi akan dibutuhkan.
Kekhawatiran yang sama berlaku untuk Korea Utara, di mana rencana perang AS menyerukan cadangan rudal yang signifikan untuk menyerang pasukan Pyongyang, menurut laporan tersebut.
Kongres belum menyetujui pendanaan darurat untuk mengganti rudal yang habis selama konflik, sehingga pengisian kembali bergantung pada proses pengadaan masa damai yang normal.
Lihat Juga :