Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Selasa, 14 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Terlepas dari upaya untuk meningkatkan produksi, agresi militer yang berkelanjutan terhadap Iran mengancam akan menguras cadangan rudal AS lebih cepat daripada yang dapat diganti, sehingga semakin menambah tekanan pada persediaan yang sudah menipis, demikian kesimpulan laporan tersebut.
Putaran agresi terbaru terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan skala besar di wilayah Iran.
Angkatan Bersenjata Iran menanggapi dengan gelombang harian rudal dan drone yang menargetkan aset AS dan Israel di seluruh wilayah tersebut.
Pada 17 Juni, Iran dan AS menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dalam upaya untuk mengakhiri agresi tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, melanggar MoU, AS telah menyerang beberapa lokasi di Iran selatan, mendorong Teheran untuk menargetkan fasilitas militer AS di seluruh wilayah tersebut dan memberikan tekanan tambahan pada sumber daya Pentagon.
Putaran agresi terbaru terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan skala besar di wilayah Iran.
Angkatan Bersenjata Iran menanggapi dengan gelombang harian rudal dan drone yang menargetkan aset AS dan Israel di seluruh wilayah tersebut.
Pada 17 Juni, Iran dan AS menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dalam upaya untuk mengakhiri agresi tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, melanggar MoU, AS telah menyerang beberapa lokasi di Iran selatan, mendorong Teheran untuk menargetkan fasilitas militer AS di seluruh wilayah tersebut dan memberikan tekanan tambahan pada sumber daya Pentagon.
(ahm)
Lihat Juga :