Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Selasa, 07 Juli 2026 - 11:00 WIB
loading...
Presiden Donald Trump akui melakukan intervensi yang membatalkan kartu merah striker top AS Folarin Balogun dalam Piala Dunia 2026. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Uni Eropa (UE) mengecam FIFA karena menangguhkan larangan satu pertandingan yang dikenakan pada striker top Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun setelah intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump.
Berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Trump mengonfirmasi bahwa dia telah meminta FIFA (Federation Internationale de Football Association) untuk meninjau keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Balogun selama kemenangan 2-0 tim AS atas Bosnia dan Herzegovina pada Rabu lalu.
Baca Juga: FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Kartu merah tersebut secara otomatis mendiskualifikasi Balogun dari pertandingan berikutnya di babak gugur Piala Dunia FIFA, yang diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.
“Sebagai penggemar, saya juga percaya itu adalah keputusan yang salah,” tulis Komisioner Olahraga Eropa Glenn Micallef di X, yang dikutip Russia Today, Selasa (7/7/2026).
"Keputusan tentang hal-hal seperti itu adalah wewenang badan olahraga, bukan politisi," ujarnya.
Juru bicara Komisi Eropa Eva Hrncirova menyerukan permainan yang adil dan kompetisi yang transparan.
Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA (Union of European Football Associations), telah mengeluarkan pernyataan keras yang mengatakan bahwa pembatalan cepat kartu merah Balogun telah “melampaui batas".
“Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan,” kata UEFA.
Namun, Trump membela intervensinya, dengan alasan: "Balogun tidak melakukan kesalahan apa pun.” Dia menggambarkan kartu merah itu sebagai sangat tidak adil.
“Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran,” kata Trump.
“Saya pikir itu adalah dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling berbelit. Itu bukan seseorang yang meninju wajah seseorang atau hal lain yang, Anda tahu, akan berbeda,” imbuh dia.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga membela penanganan kasus Balogun, menegaskan bahwa badan peradilan organisasi tersebut independen.
Menurut laporan media-media Barat, Infantino telah menjalin hubungan dekat dengan Trump. FIFA baru-baru ini menciptakan dan menganugerahkan Hadiah Perdamaian kepada Trump setelah kampanye publiknya yang tidak berhasil untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Trump dilaporkan menelepon Infantino untuk mendorong pencabutan skorsing Balogun. Namun, keberuntungan tidak berpihak pada tim AS, karena mereka kalah 4-1 dari Belgia pada hari Senin dan tersingkir dari turnamen. Tak lama setelah kemenangan tersebut, akun X resmi tim Belgia mem-posting: “Balikkan ini".
Berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Trump mengonfirmasi bahwa dia telah meminta FIFA (Federation Internationale de Football Association) untuk meninjau keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Balogun selama kemenangan 2-0 tim AS atas Bosnia dan Herzegovina pada Rabu lalu.
Baca Juga: FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Kartu merah tersebut secara otomatis mendiskualifikasi Balogun dari pertandingan berikutnya di babak gugur Piala Dunia FIFA, yang diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.
“Sebagai penggemar, saya juga percaya itu adalah keputusan yang salah,” tulis Komisioner Olahraga Eropa Glenn Micallef di X, yang dikutip Russia Today, Selasa (7/7/2026).
"Keputusan tentang hal-hal seperti itu adalah wewenang badan olahraga, bukan politisi," ujarnya.
Juru bicara Komisi Eropa Eva Hrncirova menyerukan permainan yang adil dan kompetisi yang transparan.
Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA (Union of European Football Associations), telah mengeluarkan pernyataan keras yang mengatakan bahwa pembatalan cepat kartu merah Balogun telah “melampaui batas".
“Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan,” kata UEFA.
Namun, Trump membela intervensinya, dengan alasan: "Balogun tidak melakukan kesalahan apa pun.” Dia menggambarkan kartu merah itu sebagai sangat tidak adil.
“Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran,” kata Trump.
“Saya pikir itu adalah dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling berbelit. Itu bukan seseorang yang meninju wajah seseorang atau hal lain yang, Anda tahu, akan berbeda,” imbuh dia.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga membela penanganan kasus Balogun, menegaskan bahwa badan peradilan organisasi tersebut independen.
Menurut laporan media-media Barat, Infantino telah menjalin hubungan dekat dengan Trump. FIFA baru-baru ini menciptakan dan menganugerahkan Hadiah Perdamaian kepada Trump setelah kampanye publiknya yang tidak berhasil untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Trump dilaporkan menelepon Infantino untuk mendorong pencabutan skorsing Balogun. Namun, keberuntungan tidak berpihak pada tim AS, karena mereka kalah 4-1 dari Belgia pada hari Senin dan tersingkir dari turnamen. Tak lama setelah kemenangan tersebut, akun X resmi tim Belgia mem-posting: “Balikkan ini".
(mas)
Lihat Juga :