Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Senin, 06 Juli 2026 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
“Pada saat yang sama, Indonesia juga memiliki pengalaman yang dapat dibagikan mengenai bagaimana keberagaman agama, budaya, dan etnis dikelola dalam bingkai persatuan nasional. Kami percaya bahwa pertukaran pengalaman mengenai religious harmony dan kehidupan masyarakat yang plural dapat menjadi kontribusi positif bagi hubungan kedua negara," lanjut Astrid.
Astrid menegaskan bahwa perhatian terhadap isu kelompok minoritas tidak dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap urusan domestik negara lain, melainkan sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kebebasan menjalankan keyakinan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OIC Youth Indonesia, Adlan Athori, menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun jembatan komunikasi di tengah berbagai tantangan global yang berkaitan dengan intoleransi, diskriminasi, dan polarisasi sosial.
“Sebagai pemuda, kami percaya bahwa dialog selalu lebih efektif daripada konfrontasi. Karena itu, OIC Youth Indonesia membuka ruang dialog antaragama, antarbudaya, dan antar masyarakat antara Indonesia dan India untuk memperkuat saling pengertian, mengurangi prasangka, serta membangun hubungan yang lebih erat di masa depan," paparnya.
“Kami berharap kunjungan PM India ke Indonesia tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, teknologi, dan pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama terhadap perlindungan kelompok minoritas, penghormatan terhadap kebebasan beragama, serta penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam," imbuh dia.
Astrid menegaskan bahwa perhatian terhadap isu kelompok minoritas tidak dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap urusan domestik negara lain, melainkan sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kebebasan menjalankan keyakinan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OIC Youth Indonesia, Adlan Athori, menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun jembatan komunikasi di tengah berbagai tantangan global yang berkaitan dengan intoleransi, diskriminasi, dan polarisasi sosial.
“Sebagai pemuda, kami percaya bahwa dialog selalu lebih efektif daripada konfrontasi. Karena itu, OIC Youth Indonesia membuka ruang dialog antaragama, antarbudaya, dan antar masyarakat antara Indonesia dan India untuk memperkuat saling pengertian, mengurangi prasangka, serta membangun hubungan yang lebih erat di masa depan," paparnya.
“Kami berharap kunjungan PM India ke Indonesia tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, teknologi, dan pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama terhadap perlindungan kelompok minoritas, penghormatan terhadap kebebasan beragama, serta penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam," imbuh dia.
Lihat Juga :