Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris

Sabtu, 04 Juli 2026 - 20:35 WIB
loading...
A A A
Ia merahasiakan nama belakang dan detail pribadinya untuk alasan keamanan.

“Kami telah diberitahu ribuan kali bahwa [Presiden Rusia Vladimir] Putin membawa stabilitas, dan sebaliknya, kami melihat kekacauan total. Ternyata, kaisar tidak mengenakan pakaian,” katanya.

Ia marah atas tanggapan Putin terhadap kekurangan gas dan pemogokan di Ukraina.

“Kami mengamati adanya defisit [gas] tertentu, tetapi tidak kritis,” kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada 28 Juni. “Ada kerusakan, tetapi semua lokasi yang terkena dampak sedang dipulihkan dengan cukup cepat, dan masalah yang muncul tidak kritis.”

Dalam pengakuan langka atas kekuatan Ukraina, ia mengatakan serangan pesawat tak berawak itu “menciptakan masalah, itu jelas”.

2. Rusia Kembangkan Drone

Rusia sangat berinvestasi dalam pembuatan drone, terutama versi Shahed rancangan Iran yang terus dimodifikasi, dan rudal balistik Iskander.

“Itu adalah sesuatu yang memungkinkan mereka menyerang Ukraina dengan menyakitkan, tetapi tidak menyelesaikan pertahanan belakang Rusia,” kata Nikolay Mitrokhin, seorang peneliti dari Universitas Bremen, Jerman, kepada Al Jazeera.

Rusia tampaknya berada dalam mode pembalasan; minggu ini serangan mereka telah menewaskan puluhan orang di seluruh Ukraina, termasuk di ibu kota.

Sebuah rudal Iskander meledak hanya beberapa meter dari gedung apartemen Vitaly Yarokhno di pusat Kyiv pada pukul 02.27 Kamis pagi.

Yarokhno mengetahui waktu pastinya karena pecahan kaca merusak dan menghentikan jam di dindingnya – dan sepotong pecahan seperti belati lainnya menancap di sebelahnya.

Ledakan itu menghancurkan semua jendela dan sebagian besar perabotan di apartemen dua kamar tidurnya, sementara dua mobilnya yang diparkir di bawah balkonnya terbakar dan meledak.

Namun Yarokhno, istri dan putranya hanya mengalami luka ringan dan goresan. Ia mempertanyakan motif Rusia.

“Saya masih tidak mengerti mengapa mereka menggunakan Iskander untuk menyerang warga sipil,” kata pria jangkung dan tegap berusia 43 tahun itu kepada Al Jazeera.

Ketergantungan Moskow pada Iskander dan rudal lainnya adalah kesalahan perhitungan yang fatal, kata analis Mitrokhin.

Untuk sepenuhnya memblokir drone jarak menengah dan jarak jauh Ukraina, Kremlin seharusnya berinvestasi dalam pembuatan sistem pertahanan udara Pantsir yang mobile.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved