Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media

Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:30 WIB
loading...
A A A
Dia juga menegaskan bahwa perintahnya untuk menutup media tersebut disetujui oleh ayahnya yang berusia 81 tahun, yang telah memerintah Uganda selama 40 tahun dan memulai masa jabatan ketujuhnya pada Januari 2026.

Kelompok oposisi dan HAM menuduh Kainerugaba sebagai tokoh sentral dalam rezim yang sangat represif yang dipimpin oleh ayahnya, mantan pemimpin pemberontak.

Di bawah komando Kainerugaba, demonstrasi sering kali dihancurkan dengan kekerasan brutal. "Putra presiden terus melanjutkan kampanye pelecehan dan intimidasi yang tidak terkendali dan tidak adil terhadap media independen dan masyarakat sipil," kata direktur Amnesty untuk Afrika Timur dan Selatan, Tigere Chagutah, dalam sebuah pernyataan.

"Kita sedang menyaksikan peralihan kekuasaan kepada putra presiden," kata seorang sumber di sebuah yayasan internasional di Uganda yang ingin tetap anonim karena alasan keamanan, kepada DW.

"Jenderal Kainerugaba telah memperluas pengaruhnya di dalam pemerintahan sejak mengambil alih kepemimpinan militer pada tahun 2024," katanya, menambahkan bahwa The Daily Monitor adalah surat kabar independen paling berpengaruh di Uganda dan dikenal karena jurnalisme investigatifnya, independensi editorial, dan pelaporan kritis terhadap pemerintah.

Kainerugaba telah mengancam akan menutup media tersebut beberapa minggu yang lalu. Alasannya, menurut sumber tersebut, adalah judul berita dan analisis kritis oleh NTV mengenai pengaruh jenderal militer tersebut terhadap lembaga-lembaga nasional, khususnya parlemen Uganda.

"Namun, bahkan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab untuk mengatur media—seperti Komisi Komunikasi Uganda—hanya bereaksi dengan sangat hati-hati terhadap tindakan kepala militer tersebut," imbuh dia.

Direktur Komisi George William Nyombi Thembo tetap berhati-hati dalam pernyataannya. "Kami sedang berhubungan dengan pihak berwenang terkait di dalam lembaga pemerintah untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang situasi saat ini. Segera setelah kami memiliki semua fakta, kami akan mengeluarkan pernyataan komprehensif sebagai otoritas pengatur," katanya kepada DW.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Berita Terkini
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved