Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas

Jum'at, 03 Juli 2026 - 07:04 WIB
loading...
A A A
Oleksiy, dengan wajah penuh luka dan darah, mengatakan kepada BBC bahwa dia keluar untuk merokok setelah mendengar rudal pertama, kemudian rudal kedua mendarat dan dia terkena pecahan kaca.

"Ini bukan pembalasan Rusia atas serangan Ukraina," katanya, menolak penjelasan Moskow atas serangan terbarunya. "Mereka yang memulai perang ini. Ini adalah daerah pemukiman. Dan mereka menargetkannya."

Palang Merah Ukraina mengatakan bahwa gudangnya telah hancur dalam serangan semalam, dengan kerugian persediaan senilai lebih dari 79 juta Hryvnia Ukraina.

Dalam pernyataan yang dibagikan di X, badan amal tersebut mengatakan bahwa hilangnya sekitar 320.000 barang bantuan akan memengaruhi respons darurat dan operasi kemanusiaan di seluruh Ukraina.

Serangan terhadap Kyiv berlangsung lebih dari 11 jam dan terjadi dalam beberapa gelombang, dimulai dengan serangan pesawat tak berawak di kawasan bersejarah Kyiv, yang memicu kebakaran di sebuah hotel di pusat kota.

Pada pukul 01.00 Kamis dini hari, puluhan rudal balistik dan rudal jelajah ditembakkan. Jeda singkat mendahului serangan selusin rudal jelajah lainnya pada pukul 03.00, diikuti oleh serbuan pesawat tak berawak yang menargetkan ibu kota hingga fajar.

Warga Kyiv yang telah mengalami perang selama empat setengah tahun mengatakan mereka telah merasakan perubahan pola serangan Rusia terhadap ibu kota selama dua bulan terakhir. Serangan mungkin sekarang terjadi lebih jarang—meskipun masih setiap beberapa hari—tetapi berlangsung lebih lama, dan tampak lebih kuat dan meluas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved